Guru SMP Negeri di Subang Rekam Isi Rok Siswi, KDM Minta Polisi Tindak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru di Subang rekam isi rok siswi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Guru di Subang rekam isi rok siswi. Foto: Dok. Istimewa

Seorang oknum guru diduga sengaja merekam isi rok seorang siswi. Pelaku mengambil video menggunakan HP secara diam-diam. Aksi bejat guru itu viral di media sosial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti kasus ini. Ia mengatakan telah mengecek peristiwa tersebut.

"Peristiwa ini dialami oleh siswa SMA Negeri 1 Pagaden dan pelakunya adalh oknum guru di SMP Negeri 2 Pagaden. Siswa ini hendak mengambil ijazah SMP-nya di SMP Negeri 2 Pagaden," tutur KDM dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Menanggapi peristiwa tersebut, KDM meminta kepolisian untuk menindak oknum guru tersebut. Bahkan hingga penahanan.

"Saya sudah meminta Kapolres Subang untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, penindakan, sampai penahanan terhadap pelaku yang melakukan pelecehan perekaman terhadap hak privasi siswa yang bersifat sensitif dan hak pribadi yang harus dilindungi," tutur KDM.

Tidak hanya itu, ia juga meminta oknum guru itu untuk dipecat. Hal ini dilakukan agar ada efek jera.

"Saya juga meminta Bupati Subang untuk melakukan investigasi termasuk memberhentikann guru tersebut apabila berstatus sebagai ASN atau guru paruh waktu. Hal ini bagian dari upaya kita memberikan efek jera bagi siapapun apalagi guru yang harus memberi tauladan bagi siswanya," ujarnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ajak sekolah swasta buka akses bagi siswa tidak mampu yang belum diterima di sekolah negeri, Jumat (19/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Polisi Selidiki

Terkait kasus ini, Kasatreskrim Polres Subang AKP Wanda Ervam Liton Dachi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan yaitu melakukan pemanggilan baik korban maupun pelaku. Untuk kejadian tersebut memang benar adanya terjadi di wilayah Pagaden," ujarnya.

Saat ini, polisi sedang melaksanakan pemeriksaan intensif terhadap baik pelaku maupun korban, serta pihak sekolah.

"Untuk proses lebih lanjutnya kami sedang melaksanakan pemeriksaan baik pelaku maupun korban dan pihak sekolah maupun kemungkinan ada korban-korban lain," lanjutnya.

Korban di Bawah Umur

Polisi memastikan korban merupakan anak di bawah umur. Ia baru lulus SMP.

"Untuk korban di bawah umur karena baru lulus SMP dan pada pelaksanaan video itu sedang mengambil ijazah," tutu Wanda.

Sejauh ini jumlah korban yang diketahui baru satu orang. Namun, polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain.

"Untuk sementara ini korban ada satu, untuk yang ada di video itu. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan ada korban-korban lain," pungkasnya.