Heli Chinook Jepang Siap Beroperasi Padamkan Karhutla Kalbar 13 September

Kabut asap tebal menyelimuti dermaga Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah pada Sabtu (12/9). Kondisi ini membuat visibility atau jarak pandang menjadi terbatas.
Dampaknya juga mempengaruhi persiapan helikopter CH-47 Chinook yang akan dioperasikan untuk pemadaman karhutla. Helikopter tersebut dibawa Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF).
Pada Sabtu (12/9) tampak helikopter itu telah selesai dirakit di atas Kapal JS Kunisaki. Baling-baling helikopter sudah terpasang dan siap untuk uji coba terbang.
Kepala Dinas Kesyahbandaran Angkatan Laut Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII, Kolonel Laut (P) Iwan Sutrisno, mengatakan uji coba terbang helikopter CH-47 Chinook tinggal menunggu visibility yang memenuhi syarat.
“Tinggal menunggu visibility-nya yang memenuhi syarat, tidak seperti sekarang ini. Mereka akan mencoba terbang untuk memastikan kesiapannya. Baru akan melaksanakan tugasnya sesuai titik-titik yang sudah direncanakan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan lokasi pemadaman menggunakan helikopter Boeing itu, Iwan Sutrisno mengatakan sudah direncanakan oleh Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal).
“Sudah dikonsepkan dan direncanakan oleh Puskodal. Di titik-titik yang mempunyai tingkat kebakaran yang tinggi atau besar,” ujarnya.
“Harapannya dengan adanya bantuan ini upaya pemadaman bisa lebih mudah dan lancar. Sehingga bisa menuntaskan bencana karhutla,” tambahnya.
Kapal JS Kunisaki milik JMSDF membawa 3 helikopter CH-47 Chinook untuk membantu proses penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Kapal itu tiba di Pelabuhan Kijing pada Kamis, (10/9).
Helikopter itu direncanakan beroperasi pada 13-26 September 2026 untuk pemadaman di kawasan karhutla yang sulit dijangkau tim darat. Sebelum dioperasikan helikopter CH-47 Chinook akan melewati proses perakitan dan uji coba terdahulu.
