Istana Minta Danantara Desain Penggunaan Lahan Bekas Hotel Sultan

Danantara telah diminta untuk mendesain kawasan Gelora Bung Karno, termasuk lahan bekas kawasan Hotel Sultan. Hal itu disampaikan oleh Wamensesneg Juri Ardiantoro.
"Kita sudah minta Danantara untuk mendesain atau membuat master plan untuk kawasan GBK. Jadi termasuk itu yang nanti akan dipaparkan atau akan disampaikan oleh Danantara," kata Juri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (24/6).
Namun, Juri masih enggan merinci lebih jauh soal apa yang akan dibangun di bekas lahan Hotel Sultan nantinya.
Dia hanya memastikan, proses desain akan melibatkan pemerintah. Hasilnya nanti juga dipastikan bakal bermanfaat untuk masyarakat.
"Oh itu standar pastilah nanti tentu yang penting untuk kepentingan masyarakat, untuk bangsa dan negara," ujarnya.
Di sisi lain, soal nasib mantan pegawai Hotel Sultan, Juri menyebut pihak Pengelola GBK akan memfasilitasi mereka.
"Ya tentu akan dipilah-pilah kan ada pegawai tetap, ada pegawai harian, kemudian mereka selama ini menjadi pegawai di bidang apa. Nah nanti pengurus GBK lah yang akan memfasilitasi mereka untuk bisa diberdayakan kembali," jelas Juri.
Bakal Dikelola InJourney
Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan kelanjutan dari kawasan eks Hotel Sultan. Nantinya Rosan membuka kemungkinan bahwa bangunan lama Hotel Sultan akan dirobohkan dan kawasan itu akan dikelola oleh InJourney.
Adapun Rosan menyebut bahwa pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan tersebut baru akan dilakukan oleh InJourney ketika persoalan sengketa sudah diselesaikan oleh Kementerian Sekretariat Negara.
“Ya, kan kalau kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Mensesneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya,” kata Rosan di Istana Negara, Jakarta pada Senin (22/6).
Sementara mengenai opsi merobohkan bangunan lama Hotel Sultan, Rosan menyebut memang nantinya akan ada kawasan baru yang terbentuk di kawasan eks Hotel Sultan itu.
“Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (dirobohkan),” ujarnya.
