Kasus Knalpot Brong Berujung Pemukulan di Bekasi, Polisi Terima 3 Laporan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya. Foto: Polres Metro Bekasi Kota
zoom-in-whitePerbesar
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya. Foto: Polres Metro Bekasi Kota

Polisi menerima tiga laporan terkait perselisihan yang terjadi di kawasan Cikunir, Kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Selasa (29/9). Tiga laporan tersebut dibuat oleh pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, dua laporan berkaitan dengan dugaan kekerasan. Sementara satu laporan lainnya terkait dugaan perusakan.

"Polisi menerima tiga laporan terkait perselisihan di kawasan Cikunir," kata Verdika kepada kumparan, Kamis (1/10).

Laporan pertama dibuat AM di Polres Metro Bekasi Kota. Dalam laporannya, AM menyebut perselisihan bermula sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu, AM bersama kedua anaknya menegur sejumlah orang yang membunyikan sepeda motor hingga mengganggu. Teguran tersebut kemudian berujung perselisihan.

AM mengaku dirinya dan kedua anaknya mengalami kekerasan hingga mengalami luka.

Laporan kedua dibuat RF di Polsek Bekasi Selatan. Berdasarkan keterangannya, perselisihan bermula ketika seseorang mengarahkan senter kepada rekannya yang berada di lokasi servis motor.

Perselisihan kemudian berkembang menjadi adu mulut. RF mengaku berusaha melerai, tetapi justru dicekik dan dipukul hingga mengalami luka.

Sementara itu, laporan ketiga dibuat DS, istri AM, di Polres Metro Bekasi Kota. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan perusakan.

Ilustrasi knalpot motor. Foto: Bangkit Jaya Putra

DS melaporkan, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah suami dan kedua anaknya pulang ke rumah, sejumlah orang datang ke kediamannya.

Mereka diduga menarik pagar hingga terjatuh, menggedor pintu, serta menendang dua sepeda motor hingga jatuh dan mengalami kerusakan.

Menurut polisi, ketiga laporan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian serta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

"Saat ini, ketiga laporan tersebut dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan," ujarnya.

Sebelumnya, perselisihan di kawasan Royal Cikunir tersebut sempat ramai di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang mendatangi sebuah rumah dan terjadi keributan.

Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga Putratama Napitupulu sebelumnya mengatakan, perselisihan bermula dari keluhan warga mengenai suara bising yang diduga berasal dari penggunaan knalpot brong di sebuah bengkel motor.

Menurut Rumangga, persoalan kemudian berkembang setelah pemilik bengkel dipukul warga. Pemilik bengkel bersama sejumlah rekannya kemudian mendatangi warga dan kembali terjadi keributan.

"Awal mulanya si pemilik bengkel dipukul oleh warga. Kemudian, berlanjut kepada si pemilik bengkel bersama teman-temannya melakukan pembalasan kepada warga," ujar Rumangga, Kamis (1/10).

Polisi sebelumnya telah menerima dua laporan terkait kejadian tersebut. Kini, jumlah laporan yang ditangani polisi menjadi tiga.