Kebakaran TPA di Tangerang: Warga Mengungsi, BNPB Akan Bantu Padamkan Pakai Heli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang pada Selasa (30/6) malam. Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang pada Selasa (30/6) malam. Dok. Istimewa

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, meluas pada Selasa (30/6) malam. Asap akibat kebakaran itu makin pekat dan membahayakan kesehatan warga sekitar.

Untuk menghindari sakit pernapasan akibat asap kebakaran tersebut, warga yang berada di Kecamatan Rajeg, Sukadiri dan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai mengungsi.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, ia meminta pihak kecamatan dibantu jajaran TNI mengevakuasi warga terutama lansia, ibu hamil, anak dan bayi.

"Saya telah meminta jajaran kecamatan dibantu personel TNI, berupaya untuk mengungsikan warga masyarakat yang terkena atau terdampak dengan asap ini. Sudah diungsikan, ada beberapa yang ditempati di kantor desa (kantor kepala desa), ada juga yang di masjid juga kita tempati," katanya.

Selain itu, petugas kesehatan juga dikerahkan pemerintah Kabupaten Tangerang, untuk memastikan kondisi warga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

"Di samping itu, kita juga pemerintah terus sudah mulai standby dari jam 2 tadi petugas kesehatan dari puskesmas setempat untuk bisa memeriksa kesehatan masyarakat yang terdampak dengan asap akibat dari kebakaran di TPA ini. Nanti, kita tambah lagi petugas kesehatan untuk bisa turun langsung ke beberapa RT/RW yang terdampak di lokasi ini," ujarnya.

Upaya Pemadaman Lewat Jalur Udara

Terkait proses pemadaman, Maesyal mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terutama PDAM untuk memastikan bantuan pasokan air.

"Malam ini juga kami minta juga sumber air bakunya untuk penyiraman ini dari PDAM. PDAM sudah juga kirim ke sini, jadi bergiliranlah. PDAM masuk, airnya kita manfaatkan, disedot oleh mobil pemadam kebakaran, terus kita juga menyiram di lokasi api," ungkapnya.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga akan membantu pemadaman lewat jalur udara. Helikopter akan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran.

"Tadi sudah kedatangan juga dari Dirjen Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Rencananya besok beliau akan melakukan upaya melalui udara, pakai helikopter gitu kan, untuk penyiraman dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan, baik beko, truk sampah, maupun alat pemadam kebakaran," kata Maesyal Rasyid.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, saat ini situasi kebencanaan kebakaran masih dalam siaga satu. Yang mana, sejumlah titik api masih menyala dan dilakukan proses pemadaman.

"Saat ini kebakaran berstatus siaga satu, Kita berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas, begitu. Walaupun titik apinya agak sulit tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," ungkapnya.

Penyebab Kebakaran

TPA Jatiwaringin terbakar sejak Selasa (30/6) pukul 13.00 WIB. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang menduga kebakaran terjadi akibat cuaca panas yang melanda kawasan setempat.

"Kondisi di sini kering, tidak hujan, ditambah suhu di sini panas, sehingga memicu terjadinya kebakaran di tumpukan sampah, belum lagi anginnya cukup kencang, jadi api cepat menjalar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, Selasa, (30/6).