Keluarga Dokter Icha Laporkan Dugaan Intimidasi ke Komnas HAM & Komnas Perempuan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah dokter Icha di rumah orang tuanya di Baumata, Kupang, NTT. Foto: kumparan

Kasus dugaan intimidasi yang dialami dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha tidak hanya dilaporkan ke Polda NTT. Keluarga juga melaporkan kasus itu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

dr. Icha diduga mengalami depresi hingga berujung meninggal dunia akibat intimidasi yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Intimidasi itu diterima dr. Icha saat menjalankan tugasnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

“Pada saat terjadinya intimidasi itu, dokter Icha sedang menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan pada fasilitas publik, dan mendapatkan penekanan serta pemaksaan, juga intimidasi oleh pejabat publik. Sehingga kita melihat ada pelanggaran hak asasi di sana,” ujar kuasa hukum keluarga dr. Icha, Viktor Manbait, Minggu (5/7).

“Kita akan meminta Komnas HAM dan Komnas Perempuan turun tangan agar bisa memberikan keadilan bagi dokter Icha, keluarga, serta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten TTU,” tambahnya.

Suasana rumah duka dokter Icha di Baumata, Kupang, NTT, Senin (29/6/2026). Foto: kumparan

Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran etika pelayanan, melainkan juga menyangkut perlindungan hak asasi tenaga kesehatan yang menjalankan tugas di fasilitas publik.

Kuasa hukum juga memastikan akan terus mengawal proses hukum di kepolisian maupun pemeriksaan di Badan Kehormatan DPRD TTU akan terus dikawal.

Diketahui sebelum meninggal, dr. Icha sempat melaporkan insiden tersebut ke Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Badan Kehormatan DPRD TTU.

Viktor juga menyampaikan hasil investigasi tim pencari fakta Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan benar terjadi intimidasi terhadap Dokter Icha dan berdampak berat pada kondisi psikis hingga berujung pada kematiannya.

Saat ini kasus kematian dr. Icha sedang didatangi kepolisian melalui tim join investigation bentukan Polda NTT.