Keresahan Orang Tua Murid Usai Kericuhan di TKIP-SDIP Pamulang

Orang tua murid TKIP-SDIP Pamulang mengaku masih diliputi kecemasan setelah kejadian perusakan fasilitas yang terjadi di lingkungan sekolah pada Sabtu (22/8) lalu.
Mereka berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi siswa maupun guru.
“Yang ingin kami sampaikan sebagai orang tua, poin kami adalah bagaimana kegiatan belajar mengajar anak-anak itu berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman di sekolah,” ujar perwakilan orang tua murid TKIP-SDIP Pamulang, Mia Fitriwati, seusai RDP di DPRD Tangerang Selatan, Rabu (26/8).
Menurut para orang tua, tidak hanya para murid yang terguncang usai kejadian, mereka pun ikut merasakan hal yang sama.
“Tidak hanya untuk anak-anak tapi kami juga sebagai orang tua karena kejadian yang kemarin tentu juga ada kecemasannya di kami,” lanjutnya.
Mia mengatakan kekhawatiran tersebut membuat orang tua mempertanyakan keamanan anak-anak ketika kembali bersekolah.
“Bagaimana kami melepas anak-anak di sana, apakah aman atau tidak. Nah itu yang kami tuntut pada hari ini,” katanya.
Orang Tua Tak Ingin Terseret Konflik Yayasan
Mia menegaskan orang tua murid tidak ingin masuk terlalu jauh ke dalam konflik antara pihak yayasan dan UIN Jakarta.
“Nah, kami tidak fokus dengan konflik yayasan atau apa, itu tidak menjadi ranah kami,” ujar Mia.
Menurutnya, perhatian utama mereka adalah memastikan proses pendidikan anak tetap berjalan tanpa gangguan.
“Yang kami fokuskan adalah bagaimana anak-anak proses belajar mengajarnya tidak terganggu baik dari anak-anak sendiri, guru-guru juga,” sambungnya.
Sebelumnya, mediasi antara pihak UIN Jakarta, orang tua murid, dan Yayasan Syarif Hidayatullah selaku pengelola sekolah telah dilakukan oleh Polres Tangerang Selatan. Hasil mediasi menyepakati proses hukum sengketa tetap berlanjut tetapi kegiatan belajar dijamin tetap aman.
