Koster: Pariwisata Domestik di Bali Terdampak Penutupan Penerbangan

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkap pariwisata domestik di Bali terdampak dengan penutupan penerbangan di sejumlah bandara. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya penerbangan di Bali yang menuju atau dari Jakarta dibatalkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Kemarin praktis mengalami penurunan jauh. Kalau situasi normal penerbangan ke Ngurah Rai yang domestik itu sekitar 12 ribu sampai 16 ribu orang per hari. Itu mengalami, yang domestik terganggu," kata Koster ketika dijumpai di Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (7/9).
Namun, situasi tersebut berbanding terbalik dengan penerbangan internasional dari Bandara Ngurah Rai. Menurut Koster, penerbangan internasional di Ngurah Rai tidak memiliki gangguan dan tetap berjalan seperti biasanya.
Mengenai penerbangan yang terganggu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura dan Manajemen Bandara Soekarno-Hatta. Koster mengungkap, masalah tersebut sudah tertangani oleh Angkasa Pura melalui penukaran jadwal (reschedule) dan refund tiket.
"Termasuk penumpang kita yang di Bali mau balik ke Jakarta, kemarin enggak bisa. Penumpang sangat memahami situasi ini karena ini adalah peristiwa alam dan enggak bisa balik (dari Bali). Itu katanya menambah hari untuk menginap," jelasnya.
Koster berharap, erupsi Gunung Anak Krakatau segera berakhir, sehingga penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta atau bandara terdampak dapat kembali normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengungkap wisatawan dapat menggunakan moda transportasi lainnya apabila hendak bepergian ke Bali.
"Sudah diarahkan seperti itu. Itu diserahkan kepada warga. Artinya alternatif sudah disampaikan, yang domestik bisa sementara menggunakan moda lainnya," kata Sumarajaya.
Sumarajaya memastikan akses penerbangan dan transportasi di Bali belum ditutup. Namun, batalnya sejumlah penerbangan dari bandara terdampak memiliki pengaruh bagi wisata domestik di Bali.
Diketahui, pada Senin (7/9) per pukul 11.00 WITA, Bandara Ngurah Rai mencatat 108 penerbangan mengalami penyesuaian jadwal penerbangan. Rinciannya adalah 43 pembatalan penerbangan kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta, 5 pembatalan penerbangan kedatangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, dan 3 penerbangan dibatalkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Sementara itu juga terdapat pembatalan 51 penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta, 3 penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma, dan 3 penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung.
"Jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut kurang lebih 13 ribu penumpang yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," ujar Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi.
