Kunjungan Menhan Sudan ke RI: Kami Datang untuk Bangun Banyak Kerja Sama

Menteri Pertahanan Sudan, H.E. Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan, melakukan kunjungan kenegaraan ke Kementerian Pertahanan RI dan disambut oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Menhan Sudan mengatakan kunjungannya ke Indonesia dilakukan untuk memperkuat hubungan dan membangun kerja sama strategis antara kedua negara.
Hal itu disampaikan Hassan usai pertemuannya dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (9/9).
Melalui penerjemah, Hassan mengatakan kerja sama yang ingin dibangun Sudan dengan Indonesia tidak hanya mencakup bidang pertahanan, tetapi juga berbagai bidang lainnya.
"Beliau mengatakan, kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, terkhusus di bidang pertahanan," kata Hassan melalui penerjemahnya.
Hassan menyebut Indonesia merupakan negara sahabat yang telah memiliki hubungan lama dengan Sudan. Karena itu, dia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal bagi pembangunan sejumlah program strategis kedua negara.
"Karena kami melihat Indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama. Kami mengenal Indonesia ini, sehingga ke depan kami akan membangun banyak program-program strategis antara Indonesia dan Sudan," ujar Hassan.
Menurut Hassan, kedekatan Indonesia dan Sudan juga dipengaruhi kesamaan budaya dan agama. Dia turut menyinggung hubungan pendidikan antara masyarakat kedua negara melalui International University of Africa di Sudan.
"Kami dikumpulkan di sini karena banyaknya kesamaan agama, kesamaan budaya, dan kami juga banyak memberikan beasiswa kepada alumni-alumni orang Indonesia yang pernah belajar di International University of Africa di Sudan," kata dia.
Hassan mengatakan masyarakat Sudan memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia. Dia berharap hubungan tersebut dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi kedua negara.
"Masyarakat Sudan sangat mencintai masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihan masyarakat Indonesia. Maka dari itu kami datang ke sini untuk melakukan banyak kerja sama sehingga masyarakat Sudan bisa merasakan manfaat langsung dan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan manfaat langsung dari kerja sama kedua negara ini," ujarnya.
Dia juga menyampaikan Sudan memiliki berbagai potensi yang dapat dijajaki untuk kerja sama dengan Indonesia, termasuk sumber daya ekonomi, sosial, dan alam.
Sebaliknya, Hassan mengatakan pihaknya juga ingin mempelajari berbagai hal dari Indonesia untuk kemudian diterapkan di Sudan.
"Dan kami juga datang ke sini untuk melihat apa yang bisa kami ambil, apa yang bisa kami pelajari dari kebaikan-kebaikan Indonesia untuk kami bawa ke Sudan," jelas Hassan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan pembahasan kedua menteri mencakup sejumlah peluang kerja sama, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, hingga kerja sama antar lembaga pendidikan pertahanan.
"Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan," ujar Rico.
Selain bidang pertahanan, kedua pihak membahas peluang kerja sama ketahanan pangan. Sudan menawarkan potensi lahan pertanian dan sektor peternakan yang dimilikinya untuk dijajaki bersama.
Rico mengatakan berbagai peluang tersebut masih akan dibahas lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan working group.
"Bagi Indonesia, tentunya ini peluang yang cukup menarik dipelajari lebih lanjut, khususnya Kementerian Pertanian nantinya. Pertama, kemungkinan kolaborasi memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara untuk respect and mutual interest," kata dia.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Sudan telah berlangsung sejak 1960. Kementerian Pertahanan menyebut pertemuan kedua menteri menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali komunikasi dan hubungan persahabatan kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Hassan juga menyampaikan pandangannya mengenai kedekatan Indonesia dan Sudan.
"Sesungguhnya Indonesia dan Sudan adalah negara yang sangat bersahabat lama. Maka semua yang memusuhi Indonesia adalah musuh dari Sudan, dan semua yang memusuhi Sudan adalah musuh dari Indonesia. Kita akan bersama-sama dalam kebaikan ini," tegas Hassan.
Rico mengatakan Kemhan melihat pernyataan tersebut dari sisi positif sebagai bentuk kedekatan emosional antara kedua negara.
"Kita melihat dari sisi positifnya. Dia merasa menjadi bagian, menjadi suatu bentuk, mungkin kedekatan emosional yang baik. Kita lihat dari sisi positifnya," jelas Rico.
