Motif Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15: Pelaku Ngaku Iseng

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anjing K9 yang dikerahkan untuk menyisir barang mencurigakan di SDN 15 Srengseng Sawah. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anjing K9 yang dikerahkan untuk menyisir barang mencurigakan di SDN 15 Srengseng Sawah. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polisi masih mendalami motif pelaku teror ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Meski pelaku mengaku hanya iseng saat diperiksa, penyidik tak langsung mempercayai pengakuan tersebut.

“Satu orang yang melakukan. Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja. Namun kami tidak percaya begitu saja kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (13/7).

Menurut dia, penyidik juga terus berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror untuk memastikan tidak ada motif lain di balik aksi tersebut.

“Sedang kami dalami terus dari penyidik terus berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi menangkap seorang pria berinisial MY yang diduga menjadi pelaku teror di SDN Srengseng Sawah 15. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, MY merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah dan saat ini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kasus ini bermula ketika guru dan staf tata usaha SDN Srengseng Sawah 15 menerima pesan WhatsApp berisi ancaman bahwa sekolah akan diledakkan dalam hitungan menit. Dalam pesan tersebut, pelaku mengeklaim telah menyiapkan 11 titik peledakan, mengaku memantau situasi dari sekitar sekolah, serta memperingatkan pihak sekolah agar tidak melapor kepada polisi.

Akibat adanya ancaman tersebut, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu dan para siswa dipulangkan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap terduga pelaku.