'Nyari Gawe' Aplikasi Hasil Inisiasi KDM Tawarkan 32 Ribu Lowongan Kerja

Aplikasi Nyari Gawe yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah diakses lebih dari 730 ribu pencari kerja sejak diluncurkan pada tahun lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengandalkan platform ini untuk memperluas akses informasi lowongan kerja sekaligus menekan praktik percaloan dan pungutan liar (pungli).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengatakan aplikasi Nyari Gawe telah melibatkan sekitar 500 perusahaan. Dari jumlah tersebut, 220 perusahaan di antaranya membuka lowongan pekerjaan.
“Dengan 32 ribu lebih jenis lowongan kerja yang tersedia,” ujar Fajar di Kota Bekasi, Senin (26/10).
Pemprov Jabar juga menggelar Bursa Kerja Online setiap pekan di kawasan industri dan enam kabupaten/kota. Pelaksanaan program tersebut kini memasuki edisi keenam, yang digelar di PT Metindo Erasakti, Kota Bekasi, Senin (26/10).
Dalam kegiatan tersebut, terdapat 2.887 lowongan kerja dari 23 perusahaan dengan 68 jenis jabatan.
Fajar mengatakan, pemerintah mendorong perusahaan memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe untuk menginformasikan lowongan kepada masyarakat.
“Yang penting bagaimana kita menyosialisasikan ini kepada perusahaan supaya mereka mengakses Nyari Gawe dan mendorong mereka memasukkan lowongannya ke Nyari Gawe,” ujarnya.
Selain lowongan dalam negeri, Nyari Gawe juga menyediakan informasi peluang kerja di luar negeri melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Fajar menyebut minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi. Disnakertrans Jabar menyebarkan informasi lowongan melalui media sosial agar dapat menjangkau lebih banyak pencari kerja.
“Jadi, ke luar negeri peluang kerjanya cukup tinggi,” katanya.
Tekan Praktik Percaloan
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, aplikasi Nyari Gawe mulai menarik perhatian pencari kerja. Tingginya jumlah pendaftar bahkan membuat sejumlah lowongan mengalami kelebihan pelamar dibandingkan dengan posisi yang tersedia.
“Baru beberapa hari, jumlah pencaker cukup responsif,” ucap Tri Adhianto.
Tri mengatakan, aplikasi tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada pencari kerja agar dapat mengakses informasi dan mengikuti proses rekrutmen melalui jalur resmi.
“Yang kedua adalah tentu memberikan satu kepastian kepada pencari kerja bahwa hari ini sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo,” ujarnya.
Tri juga menyebut tingkat pengangguran di Kota Bekasi berada di kisaran tujuh persen. Aplikasi Nyari Gawe diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
Platform tersebut dapat diakses pencari kerja dengan latar belakang pendidikan beragam, mulai dari lulusan SD hingga sarjana. Rentang usia pencari kerja yang terdata juga mencapai 45 tahun, bergantung pada persyaratan masing-masing lowongan.
KDM Dorong Optimalisasi Nyari Gawe
Dikutip dari Antara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong optimalisasi aplikasi Nyari Gawe untuk memudahkan masyarakat mengakses lowongan kerja sekaligus menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan.
Melalui program tersebut, perusahaan diharapkan aktif mengunggah informasi lowongan sehingga pencari kerja dapat berinteraksi langsung lewat platform resmi tanpa perantara yang berpotensi melakukan pungutan liar.
Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan bursa kerja daring yang berpindah lokasi setiap pekan ke berbagai kawasan industri dan perusahaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi bagi kawasan industri baru serta daerah yang sedang mengembangkan sektor industrinya.
KDM mengaku antusiasme terhadap peluang kerja luar negeri juga dinilai cukup tinggi. Disnakertrans Jawa Barat secara berkala mempublikasikan informasi lowongan dari mitra P3MI melalui media sosial resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih mudah diakses serta dapat memeriksa legalitas penempatan kerja.
Terkait evaluasi pelaksanaan bursa kerja daring, Pemprov Jawa Barat menyebut jumlah lowongan yang tersedia cenderung meningkat, meskipun bergantung pada aktivitas rekrutmen dan penyelenggaraan bursa kerja di masing-masing daerah.
