Pembunuh Wanita Dalam Kardus di Bandung Ngaku ke Sopir Pikap Bawa Besi dan Baju

Kesaksian sopir jasa pengangkutan barang, Tegar, menjadi salah satu bagian dalam mengungkap pelaku pembunuhan wanita berinisial S (41 tahun). Jasad wanita itu ditemukan dalam kardus di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9).
Tegar menceritakan, awalnya dia tidak mengetahui isi barang yang diminta untuk diangkut. Pelaku berinisial SDS itu hanya menyebut barang tersebut berisi besi dan pakaian.
Namun, beberapa saat setelah kendaraan berjalan, Tegar mulai mencium bau yang tidak biasa dari bagian belakang kendaraan. Dia kemudian menanyakan kembali isi barang tersebut kepada penumpangnya.
"Saya mulai kecium bau, saya curiga. Saya makin curiga, saya tanya, saya pastiin lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Dia jawab, 'Ini dalamnya besi sama baju,'" kata Tegar di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9).
Meski sudah mendapatkan jawaban tersebut, Tegar tetap merasa tidak yakin. Dia kembali menanyakan isi barang tersebut dan mengusulkan agar kardus dibuka untuk memastikan.
"Saya bilang, 'Kalau emang itu, gimana kalau kita buka?' Nah, dia bilang, 'Jangan, jangan, jangan!' Dia kayak menolak itulah. Nah, di situ saya semakin curiga," ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Tegar mengaku mulai takut dan panik. Dia kemudian memutuskan untuk menghentikan kendaraan dan meminta barang tersebut diturunkan.
Saat itu, kendaraan melaju di kawasan Pasir Maja dan kondisi lalu lintas cukup padat. Tegar kemudian menepikan kendaraan di depan sebuah toko wajan yang saat itu terdapat sejumlah orang.
"Saya langsung pinggir kiri di depan toko wajan itu. Nah, kebetulan ada orang juga di situ, saya langsung turun. Saya teriak-teriak ke dia suruh dia turunin," katanya.
Tegar meminta terduga pelaku menurunkan sendiri barang yang dibawanya. Dia bahkan memilih menjauh dan duduk bersama orang-orang yang berada di sekitar lokasi karena merasa takut.
"Pokoknya 'Turunin, turunin! Sama kamu turunin sendiri, saya enggak mau ini!' Saya langsung duduk sebelah orang-orang yang ada di sana, dia turunin sendiri," tutur Tegar.
Menurut Tegar, SDS kemudian menurunkan barang tersebut dari bak kendaraan dengan cara menggesernya hingga jatuh. Setelah itu, Tegar kembali masuk ke mobil dan menjauh dari lokasi.
Tegar memastikan pelaku belum sempat mengancam dirinya.
"Enggak ada (pengancaman). Karena pas udah saya tanya-tanya, udah sampai mentok, dia enggak jawabnya gitu terus, saya suruh buka enggak mau. Nah, sebelum ada ancaman itu saya buru-buru langsung ke pinggir," katanya.
Minta Bantuan
Tidak ingin mengambil risiko, Tegar kemudian mencari bantuan. Setelah berkendara beberapa meter, dia melihat seorang satpam dan langsung meminta bantuan untuk menghubungi polisi.
"Saya lihat ada satpam. Di situ saya minta tolong buat ke satpam buat teleponin polisi. 'Pak, tolong, itu ada orang kayaknya bawa mayat,' kata saya," ungkapnya.
Tegar kemudian menunjuk orang yang dimaksud kepada satpam. Saat itu, pelaku masih terlihat dari kejauhan. Tegar menyebut pria tersebut sempat memberikan gestur seolah membantah tuduhan yang disampaikan kepadanya.
Tegar kemudian melanjutkan perjalanannya. Ia juga menceritakan peristiwa itu ke orang-orang dan polisi yang ditemuinya.
Pelaku Minta Diantar ke Kopo
Menurut Tegar, tujuan awal pelaku bukanlah Babakan Ciparay, lokasi jasad korban ditemukan. Pelaku justru meminta untuk diantar ke kawasan Kopo.
"Dia pertamanya bilangnya mau ke Kopo. Ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya," ujar Tegar.
SDS ditangkap polisi pada Selasa (1/9) hanya beberapa jam setelah mayat korban ditemukan. Pelaku ditangkap saat akan kabur ke Palembang.
Polisi masih mendalami motif pembunuhan tersebut. SDS telah dibawa ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan.
