Penyebab Keracunan 172 PPDS FK Unair Diduga dari Nasi Kotak Vendor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (18/6/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (18/6/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Sebanyak 172 dari 289 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) diduga mengalami keracunan makanan.

Peristiwa itu terjadi saat para peserta mengikuti kegiatan Prapendidikan (Pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9).

Direktur Utama RSUD dr. Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan para peserta ketika itu sempat dibagikan nasi kotak di sela-sela kegiatan. Sehingga, diduga penyebab keracunan tersebut berasal dari nasi kotak yang berisi telur, sayur, acar dan daging.

Meski begitu, Cita belum bisa memastikan dugaan keracunan tersebut sebelum hasil laboratorium keluar.

"Kotakan. Jadi sekarang keluhan yang diduga disebabkan oleh makanan. Kita tentu tidak bisa berandai-andai sebelum ada hasil laboratorium, tapi kemungkinannya di situ, kemungkinannya," kata Cita di RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa (29/9).

Sementara itu, Koordinator Media dan Branding Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Gesang Manggala Nugraha Putra, mengatakan makanan yang disajikan dalam kegiatan Pradik itu berasal dari penyedia katering di luar kampus.

Ilustrasi nasi berkat. Foto: Evy Alisha/Shutterstock

"Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari Dapur FK Unair sebagai institusi, tapi dari penyedia pihak luar," kata Gesang.

Ia menyampaikan, Unair sejauh ini beberapa kali menggunakan jasa vendor katering dari Buduran, Sidoarjo, tersebut untuk menyediakan konsumsi kegiatan.

Namun, kata dia, peristiwa keracunan itu baru pertama ini terjadi selama kampus bekerja sama dengan penyedia makanan.

Gesang mengatakan, pihak kampus belum bisa mengambil langkah maupun tindakan sepihak kepada vendor katering tersebut.

Saat ini, mereka masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang sudah dikirim.

"Kami tentu saja tidak bisa menentukan tindak lanjut sekarang karena menunggu hasil laboratorium. Setelah itu baru nanti akan melakukan evaluasi. Tapi tindak lanjut yang kami lakukan sekarang adalah penghentian, meliburkan sementara untuk hari ini kegiatan Pradik," kata dia.