Pramono: Lalu Lintas Jakarta Lebih Baik dari New York

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kondisi lalu lintas di Jakarta lebih baik dibandingkan New York.

Pramono mengatakan, saat bertemu Wali Kota News York Zohran Mamdani di New York pada 20 September lalu, ia mendapat pertanyaan mengenai cara Jakarta mengatur mobilitas masyarakat di kawasan megapolitan.

“Bagaimana cara mengatur seperti itu? Saya dengan bangga menyampaikan dalam bahasa yang sederhana, Jakarta lalu lintasnya jauh lebih baik daripada New York. Dan saya sampaikan langsung kepada Wali Kota New York dan beliau mengakui itu,” kata Pramono saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri U20 Mayors Summit 2026 di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Ia mengungkapkan pengelolaan lalu lintas Jakarta menjadi tantangan tersendiri mengingat tingginya jumlah penduduk dan mobilitas masyarakat.

Kata Pramono, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kawasan megapolitan Jakarta memiliki sekitar 42 juta penduduk, dengan pergerakan orang diperkirakan mencapai 4,5 juta setiap harinya.

Untuk mengakomodasi mobilitas tersebut, Pramono menyebut konektivitas transportasi publik Jakarta kini telah mencapai lebih dari 93 persen. Ia juga mengatakan, penggunaan sejumlah moda transportasi publik meningkat rata-rata lebih dari 15 persen seiring peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi.

“Penggunaan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, dan JakLingko meningkat rata-rata di atas 15 persen karena masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik,” ujar Pramono.

Suasana trotoar kota New York yang dijadikan area makan. Foto: John Minchillo/AP

97,5 Persen Warga Puas

Pramono juga menyampaikan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan 97,5 persen warga Jakarta puas terhadap pengelolaan transportasi publik.

“Dari hasil survei Litbang Kompas, 97,5 persen masyarakat Jakarta puas dengan pengaturan transportasi yang berkaitan dengan Transjakarta, Transjabodetabek, MRT, LRT, JakLingko, Mikrotrans, dan sebagainya,” ucap Pramono.

Dalam pertemuannya dengan Mamdani, Pramono turut menjelaskan kebijakan subsidi tarif angkutan umum di Jakarta. Ia menerangkan, Pemprov DKI menanggung subsidi bagi 15 golongan masyarakat yang mendapat layanan transportasi gratis, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

“Saya sampaikan, mungkin tidak banyak daerah yang memberikan pembebasan sepenuhnya kepada golongan yang memang perlu mendapatkan keberpihakan dari pemerintahnya. Di Jakarta ini ada 15 golongan yang betul-betul kita gratiskan, di antaranya adalah lansia, difabel, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Pramono, Mamdani juga menanyakan apakah subsidi tersebut diberikan oleh pemerintah pusat atau Pemprov DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pembiayaan subsidi itu ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Mayor Mamdani tanya kepada saya, ‘Siapa yang memberikan subsidi? Pemerintah Pusat atau Jakarta?’ Saya sampaikan, ‘Pemerintah Jakarta,’” tandasnya.