Profil Jusuf Hamka, Pengusaha yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengusaha Jalan Tol Jusuf Hamka di Kompleks Kementerian Keuangan, Selasa (16/9/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengusaha Jalan Tol Jusuf Hamka di Kompleks Kementerian Keuangan, Selasa (16/9/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat (2/10). Salah satunya ialah Jusuf Hamka yang lebih dikenal dengan Babah Alun.

Jusuf Hamka hadir dalam pelantikan itu. Ia diperkenalkan sebagai pengusaha nasional keturunan Tionghoa muslim yang aktif membantu masyarakat.

Berikut profil Jusuf Hamka:

Pengusaha dan politikus, Jusuf Hamka tiba di Istana pada Jumat (2/10). Foto: Dok. Istimewa

Jusuf Hamka dikenal sebagai pengusaha yang banyak berkecimpung di bisnis infrastruktur, khususnya jalan tol.

Dia juga dikenal sebagai anak angkat dari sastrawan dan ulama Buya Hamka (Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah).

Pria kelahiran 5 Desember 1957 ini merupakan pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan jalan tol. CMNP di antaranya terlibat dalam pembangunan Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok.

Selain di bisnis jalan tol, Jusuf juga pernah menduduki sejumlah posisi di perusahaan lain. Ia tercatat pernah menjadi Komisaris Utama PT Mandara Permai dan Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri.

Nama Jusuf Hamka juga pernah masuk ke dunia politik. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya menjadi bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pengusaha nasional Jusuf Hamka dilantik Presiden Prabowo sebagai anggota Wantimpres, 2/1/2026. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Pada 2024, Jusuf sempat ditugaskan Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Jakarta. Ia kemudian mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar sekaligus membatalkan pencalonannya di Pilkada 2024.

Jusuf juga dikenal sebagai seorang mualaf. Ia memeluk Islam pada 1981 saat berusia 23 tahun setelah bertemu Buya Hamka. Saat itu, namanya kemudian diubah menjadi Jusuf Hamka oleh Buya Hamka.

Dalam perjalanan usahanya, Jusuf juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia pernah menyatakan akan fokus membantu pemerintah dalam bidang sosial dan pembangunan infrastruktur setelah mundur dari politik.