Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Terbakar, 19 Pasien Dipindahkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran melanda ruangan di area dapur atau ruang gizi dan laundry room Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran melanda ruangan di area dapur atau ruang gizi dan laundry room Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9) sore. Api membakar dua ruangan di area dapur atau ruang gizi dan laundry room.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.57 WIB.

Petugas langsung berangkat menuju ke Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dengan mengerahkan lima unit armada, terdiri dari empat unit water supply dan satu unit rescue kajama, dengan kekuatan 20 personel.

"Ketika kami masuk, api sudah tersebar di beberapa titik. Kondisi plafon terbakar dan roboh," kata Pandu kepada wartawan, Rabu (9/9).

Petugas Damkar bersama tim internal RSSA lalu berusaha memadamkan api. Sekitar 1,5 jam lamanya, api akhirnya bisa padam sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Alhamdulillah nihil korban luka maupun korban jiwa. Saat kami tiba kondisi ruangan masih terbakar, tetapi rekan-rekan K3 RSSA sangat sigap dan terlatih," kata dia.

Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan dari Polresta Malang Kota.

Kebakaran melanda ruangan di area dapur atau ruang gizi dan laundry room Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sementara Humas RSSA Kota Malang, Syamsul Bakhri, mengatakan sebanyak 19 pasien dievakuasi akibat kebakaran tersebut.

Mereka dipindahkan ke Grand Pavilion menggunakan kursi roda dan tidak membutuhkan tambahan bantuan oksigen.

"Sebagai antisipasi karena adanya asap, kami melakukan proses evakuasi pada pasien anak. Ada 19 pasien yang kami pindahkan sementara ke Grand Pavilion. Kondisi mereka stabil,” ujar Syamsul.

Syamsul menjelaskan, kebakaran itu berada di bagian selatan Instalasi Gizi yang merupakan area pengelolaan makanan. Lokasi itu bukan area pelayanan pasien sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Ia juga memastikan aktivitas pelayanan medis tidak terganggu. IGD tetap beroperasi normal, termasuk penerimaan pasien melalui ambulans rujukan.

"Ambulans rujukan tetap dipersilakan masuk dan layanan pasien sama sekali tidak terdampak," kata dia.