Sayembara Buru Erlan Hadiah Rp 20 Juta, Katim Jatanras Jatim: Pakai Uang Pribadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang pria misterius bersama mayat wanita ASN Bangkalan tertangkap kamera CCTV Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (25/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tampang pria misterius bersama mayat wanita ASN Bangkalan tertangkap kamera CCTV Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (25/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sayembara dengan hadiah Rp 20 juta yang dikeluarkan oleh tim Jatanras Polda Jatim dalam perburuan Erlan yang merupakan terduga pembunuhan ASN Bangkalan, Ruly Yunis Setiawan.

Ruly ditemukan tewas dalam mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6). Hingga saat ini pelakunya belum ditangkap.

Kepala Tim Jatanras Polda Jatim Aipda Sigit Dwi Susanto yang biasa disebut Hellboy dan juga pemilik akun Hellboy Polisi Langit Jatanras atau @hellboyjatanraspolda, mengatakan dana untuk hadiah sayembara tersebut murni dari kantong pribadinya.

"Izin di video kemarin kan saya sampaikan dana pribadi kami. Untuk yang bisa membantu informasi terkait terduga pelaku pembunuhan," kata Sigit Dwi Susanto kepada kumparan, Rabu (8/7).

Ia menambahkan, hal itu dilakukan guna memperlancar penyelidikan terkait kasus yang menyita perhatian publik setelah dua pekan belum terungkap.

"Ini demi tugas negara kami, kami rela mengeluarkan dana pribadi saya agar kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa kami tangkap," bebernya.

Tangkapan layar sayembara mencari Erlan, terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, yang diunggah di akun TikTok @hellboyjatanraspolda. Foto: Dok. Istimewa

Postingan sayembara itu sempat berbuah teguran dari pimpinannya. Namun, tindakannya akhirnya dimaklumi karena semata-mata demi tugas.

"Saya ditegur pimpinan karena viral, tapi pimpinan memaklumi dengan apa yang saya lakukan itu demi memperlancar tugas. Kami berpikir kekuatan netizen dan masyarakat sangat kuat," bebernya.

Masih kata Sigit, Erlan merupakan penipu kelas kakap. Sudah banyak orang yang menjadi korban pria kelahiran 1972 tersebut.

"Ini pelaku penipuan kelas kakap. Dia menarik orang dengan modus usaha lalu tidak ada kabar. Sudah banyak yang menjadi korban dia. Kami berharap informasi sedikit apa pun dari masyarakat sangat berguna bagi kami," pungkasnya.