Sempat Muncul Busa Putih di Sungai Rolak Surabaya, Jasa Tirta: Foam Damkar

Ramai di media sosial sungai di Jembatan Rolak, Gunung Sari, Surabaya, sempat muncul busa berwarna putih pada Minggu (6/9) kemarin.
Busa tersebut sempat menutupi sebagian aliran sungai di dekat bendungan rolak. Bahkan sejumlah ikan di sungai itu diduga sempat mengambang di permukaan aliran sungai.
Pantauan kumparan, pada Senin (7/9), sungai di Jembatan Rolak kini sudah tak tampak adanya busa putih yang sebelumnya dikabarkan muncul.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) mengkonfirmasi bahwa fenomena busa tersebut diduga berasal dari bahan pemadam (foam) yang digunakan saat penanganan kebakaran di sebuah gudang penyimpanan bahan baku di kawasan industri Driyorejo, Gresik, Jumat (4/9). Cairan busa tersebut masuk melalui aliran Kali Tengah yang bermuara langsung ke Kali Surabaya.
"Dalam proses pemadaman kebakaran tersebut diketahui digunakan foam atau bahan pemadam berbusa. Mengingat lokasi kejadian berada di sekitar aliran Kali Tengah yang bermuara ke Kali Surabaya, PJT I melakukan pemantauan dan pengambilan sampel kualitas air untuk memastikan keterkaitan serta perkembangan kondisi kualitas air," kata Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 Perum Jasa Tirta I, Agung Wicaksono kepada wartawan, Senin (7/9).
Agung menyampaikan, pihaknya telah melakukan penambahan debit air dari Bendung Mlirip, dari sebelumnya sekitar 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik sejak Sabtu (5/9) malam pukul 21.00 WIB.
"Penambahan debit tersebut dilakukan untuk membantu proses penggelontoran dan mempercepat perbaikan kondisi kualitas air di Kali Surabaya. Untuk menjaga kecukupan air sekaligus mendukung proses pemulihan kualitas air Kali Surabaya, PJT I melakukan pengaturan tambahan pasokan air dari hulu WS Brantas melalui sistem Waduk Sutami," ucapnya.
Selain pengaturan debit, kata dia, petugas PJT I juga melakukan pengambilan sampel kualitas air pada lima titik pemantauan, yakni Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.
"Pengambilan sampel dilakukan guna memantau kondisi dan mengetahui perkembangan kualitas air di sepanjang aliran," kata dia.
Kemudian, PJT I juga menutup sementara Pintu Air (PA) Wonokromo untuk mengendalikan agar aliran yang terdampak tidak masuk ke Kali Mas dan diarahkan melalui Kali Wonokromo.
"PJT I akan terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait serta mengoptimalkan pengaturan tata air guna mendukung percepatan pemulihan kualitas air Kali Surabaya dan menjaga keberlangsungan pemanfaatan air baku bagi masyarakat," ucap dia.
