Tim SAR Berencana Balikkan Kapal Virgo untuk Evakuasi Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR saat mencari korban KM Virgo, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Banjarmasin
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR saat mencari korban KM Virgo, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Banjarmasin

Pencarian oleh Tim SAR Gabungan masih terus dilakukan untuk menemukan 129 korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di laut Jawa.

Berbagai metode pun dilakukn oleh Tim SAR di antaranya menyisir permukaan laut dengan luas area hingga 4.920 NM persegi dan penggunaan drone water menggunakan KRI Conovos. Namun buruknya cuaca membuat pencarian belum maksimal.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana mengatakan, pihaknya merencanakan alternatif dalam proses operasi SAR, termasuk dengan metode under water.

“Apabila pencarian under water tidak bisa dilakukan akibat cuaca, maka kita merencanakan membalikan kondisi kapal dengan metode salvage. Kewenangan proses salvage ini tidak dimiliki oleh SAR nasional. Operasi ini dilakukan oleh tim ahli dari dalam maupun luar negeri dari Hong Kong dan Amerika.” katanya.

Tim SAR saat mencari korban KM Virgo, Kamis (17/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Banjarmasin

Dikutip dari Antara, operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat. Operasi itu mencakup tindakan seperti mengamankan kapal, membalikkan posisi kapal, membuka atau mengakses bagian kapal, mencari dan mengevakuasi korban, serta kemudian memindahkan atau menarik kapal dari lokasi kecelakaan.

Tentunya, lanjut I Putu Sudayana, orang yang professional bersertifikasi akan bekerja selama 24 jam. Jika kapal berhasil diangkat maka pencarian korban akan dilanjutkan dengan menyisir dalam kapal.

“Selanjutnya kita laksanakan pencarian di dalam kapal untuk evakuasi setelah itu baru kapal ditarik untuk investigasi” ujarnya.