Uang Vilmei Diduga Dipakai Karyawannya untuk Pesta Ultah di Bandung dan Jakarta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ulang tahun Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ulang tahun Foto: Shutterstock

Karyawan Tiktoker Vilmei, berinisial Z, diduga menggunakan uang Vilmei untuk membiayai pesta ulang tahunnya di Bandung dan Jakarta. Ia telah dilaporkan atas kasus penggelapan uang.

Hal itu diungkapkan Vilmei saat tiba di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (26/8) malam. Bersama dengan Arka yang merupakan pacar Z.

Vilmei bilang, pesta ulang tahun Z tersebut menghabiskan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

"Terakhir katanya buat ini, party Zahra ulang tahun birthday party," kata Vilmei.

Arka kemudian menjelaskan pesta ulang tahun tersebut digelar di Bandung dan Jakarta.

"Di Bandung sama di Jakarta," ujar Arka.

Sebelumnya, Vilmei melaporkan Z terkait dugaan penggelapan uang yang nilainya mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Vilmei mengatakan dirinya menyerahkan proses penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.

"Aku baru laporin Zahra sih. Baru laporin terus ya aku ngikutin ajalah proses dari kepolisian. Karena aku belum pernah yang kayak ginian," kata Vilmei.

Pengakuan Z dan Sosok A

Dalam pengakuannya kepada Vilmei, Z menyebut uang itu dialirkan ke sejumlah akun TikTok milik orang lain sebelum akhirnya ditarik.

"Uang tersebut aku kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu hampir 12 akun," ujar Z.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap akun perantara memperoleh imbalan dari transaksi tersebut.

"Dari setiap transaksi mereka mendapatkan komisi. Setelah uang masuk ke sejumlah akun, aku sama pacar aku, Arka, baru melakukan penarikan uang," ungkap Z kepada Vilmei.

Z mengaku melakukan tindakan tersebut karena mendapat ancaman dari kekasihnya A.

"Dia mengancam akan menyebarkan video hubungan intim ke orang tua dan teman-teman saya. Jujur aku enggak tahu kalau divideokan. Memang aku melakukan itu sama dia dalam keadaan mabuk," katanya.

Meski demikian, pengakuan tersebut masih merupakan keterangan sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dugaan keterlibatan pihak lain masih menunggu proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Vilmei melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.