Wartawan Parlemen Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang di Selat Sunda

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9).
Para pewarta berkumpul dan melingkar di bawah tangga Gedung Nusantara II untuk memanjatkan doa bagi keselamatan lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau.
Aksi hening dan doa bersama ini menjadi wujud soliditas serta kepedulian mendalam sesama rekan seprofesi, menyusul informasi penghentian operasi pencarian resmi oleh tim SAR per Kamis (17/9) malam.
Ketua KWP, Ariawan, menyampaikan bahwa beberapa dari rekan jurnalis yang hilang tersebut merupakan bagian dari keluarga besar pewarta yang aktif menjalankan tugas peliputan di lingkungan DPR/MPR/DPD RI.
“Hari ini, sore ini teman-teman dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen beserta seluruh rekan-rekan wartawan yang biasa meliput di Kompleks Parlemen melakukan doa bersama kepada rekan-rekan kita, lima jurnalis yang sampai dengan hari ini belum ditemukan dan upaya pencarian per tadi malam sudah diberhentikan,” ujar Ariawan di lokasi.
Kendati operasi pencarian resmi telah disetop sementara, Ariawan menegaskan komunitas wartawan parlemen tidak kehilangan asa. Mereka tetap memelihara harapan besar agar seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi hidup dan selamat.
“Kami masih optimis dan terus berharap kelima rekan-rekan kita termasuk tiga ABK itu dapat ditemukan dengan keadaan selamat. Dan kami juga tentu mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah melakukan pencarian secara optimal, meskipun belum membuahkan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Selain memanjatkan doa, KWP juga menyerukan partisipasi publik, khususnya para nelayan dan masyarakat pesisir di sekitar Selat Sunda, untuk proaktif melapor apabila menemukan tanda-tanda atau serpihan yang berkaitan dengan keberadaan kapal para korban.
“Begitu juga kami mengimbau kepada masyarakat terutama para nelayan, ketika mendapatkan atau menemukan sesuatu yang kira-kira bisa menjadi petunjuk, kami juga minta untuk diinformasikan kepada teman-teman wartawan di mana pun,” kata Ariawan.
Ia menambahkan, jaringan pers yang tersebar di berbagai wilayah siap meneruskan informasi sekecil apa pun kepada otoritas terkait demi membantu proses penyelamatan.
“Karena di hampir di semua titik itu ada teman-teman wartawan, jurnalis, sehingga ketika nelayan menemukan sesuatu kami juga minta untuk diinformasikan,” pungkasnya.
