Azmuni Bodrex, Mantan Kombatan GAM yang Berjiwa Sosial

Menulislah sebelum kehilangan segalanya.✈️
Tulisan dari Fadel Aziz Pase tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ACEH – Nama lengkapnya Muhammad Azmuni, lahir di Blang Jruen Aceh Utara 20 April 34 tahun silam. Di tanah kelahirannya, sosok pria bertubuh tegap tinggi ini kerap disapa Muni. Setelah naik gunung dan memutuskan tekadnya bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1998 dirinya pun mendapatkan nama lapangan yaitu Bodrex. Lakap tersebut ditabalkan langsung oleh komandan operasi GAM almarhum Ahmad Leupon. Pasca perdamaian antara RI dan GAM pada 15 Agustus 2015 lalu, masyarakat Aceh khususnya Aceh Utara dan Lhokseumawe mengenalnya dengan sebutan Azmuni Bodrex.
Suami dari Erni Astuti ini dikenal sangat bersahaja dan berkharisma, dengan postur tubuh tinggi tegap ditambah brewokan menambah pesonanya yang macho, apalagi memiliki jiwa sosial serta kepeduliannya terhadap sekitar. Di kalangan mantan kombatan, sosok Azmuni Bodrex juga dianggap memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni sehingga dirinya juga sempat dipercayaan menjabat sebagai pucuk pimpinan KPA Sagoe Paya Poe, kemudian karirnya dalam tubuh eks kombatan juga naik hingga saat ini menjabat sebagai Wakil Panglima Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong Wilayah Samudra Pasee. Sebelumnya, hingga tahun 2008 dirinya juga sempat bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) satker Lhokseumawe.

“Tahun 2007 saya mengenal seorang kawan yang sudah menjadi sahabat hingga hari ini yaitu T. Maulizar, bersamanya saya terjun ke dunia kontraktor hingga hari ini, Abang (T. Maulizar) sudah sukses sebagai kontraktor juga di Kalimantan,” ungkapnya.
Ayah dari Alika Naila Putri ini juga pernah dipercayakan oleh masyarakat di kampungnya untuk menjabat sebagai Keuchik (Kepala Desa) Gampong Tanjong Masjid Kecamatan Tanah Luas pada tahun 2009 hingga 2014 lalu.
Dalam kepemimpinannya di beberapa tempat tersebut, Bodrex tetap dikenal ramah dan bersahabat dengan siapa saja apalagi mantan kombatan. Jiwa sosial dan kepeduliannya yang tinggi terhadap sekitar mendapatkan nilai plus dari masyarakat dan rekan-rekan seperjuangannya saat bergerilya di belantara Aceh saat itu.
“Semasa konflik, sosok Bodrex juga memiliki jiwa kepedulian terhadap kawan-kawan yang berada di hutan dan saling membantu saat dalam keadaan sakit. Sejak mulai damai hingga sekarang Bodrex dikenal sosialnya tinggi, ramah dan kepeduliannya kepada masyarakat yang membuat masyarakat sangat menyukai sikapnya,” ungkap Mahmuddin alias Cek Mudin, rekan seperjuangan Bodrex.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Nazier, tokoh pemuda Kecamatan Nibong, menurutnya sosok Azmuni Bodrex mampu merangkul kalangan muda dan orangtua juga tidak membedakan pergaulannya antara mantan kombatan dan sipil biasa.
“Pemuda dan mahasiswa menyukai karakter dan figur Bang Bodrex, semoga kedepan sosok seperti beliau menjadi perwakilan kami dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungNazier.

Beberapa waktu lalu, Aceh Utara dilanda banjir besar yang merendam sejumlah kecamatan, bencana ini membuat sosok Azmuni Bodrex turun langsung menyerahkan bantuan sembako sebagai kepeduliannya sesama masyarakat yang sedang mendapatkan musibah. Bantuan tersebut bentuk kepedulian dan kemanusiaan dari eks kombatan GAM, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang ditimpa musibah. Kemudian, kebakaran yang terjadi di Keude Simpang Keuramat dalam waktu yang belum lama ini juga membuat dirinya perihatin dan juga menyerahkan sembako sebagai bantuan masa panik.
Belakangan, sosok Azmuni Bodrex dipinang sebagai Calon Legislatif dari Partai Aceh untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) daerah pilihan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Figur Bodrex dihasilkan dalam musyawarah majelis Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong Wilayah Samudera Pase, beberapa waktu lalu di gedung merah, Geudong.
“Keputusan ini diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama, yang turut dihadiri semua panglima sagoe, ulee kompi serta staf daerah III,” ujar Hasan Nurdin AB alias Rembo, Panglima Muda KPA D-III Pase.

Aceh sudah mulai memasuki tahun politik, calon-calon sebagai dewan perwakilan rakyat sudah bermunculan. Setiap calon dipastikan memahami tugas, fungsi dan wewenangnya sebagai anggota legislatif. Rakyat Aceh saat ini berharap memiliki calonnya di kursi dewan yang peduli dan berjiwa sosial. Selamat berjuang Panglima Bodrex!. []
