Kualitas Air: Pengelolaan Kualitas Air Dukung Produktivitas Budidaya Ikan

Mahasiswa Universitas Diponegoro program studi Teknik Lingkungan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Raden Muhammad Fadhil Ichsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 33 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan mengenai pengelolaan kualitas air kolam budidaya di Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pembudidaya terhadap pentingnya kualitas air sebagai faktor utama yang memengaruhi kesehatan ikan dan keberhasilan budidaya, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Desa Tambaksari memiliki potensi besar pada sektor perikanan air tawar dengan komoditas utama ikan nila, gurame, dan lele. Namun, pengelolaan kualitas air masih sering dilakukan berdasarkan pengamatan visual sehingga perubahan kondisi air kerap terlambat diketahui.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan empat parameter sederhana yang dapat dipantau secara berkala, yaitu kekeruhan pada air kolam, suhu dan oksigen terlarut, tingkat keasaman (pH), serta bau pada air sebagai indikator adanya penumpukan bahan organik dan gas beracun. Selain itu, disampaikan pula langkah-langkah penanganan sederhana, seperti pergantian sebagian air, penambahan kapur dolomit, peningkatan aerasi, dan penyedotan lumpur dasar sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari kelompok budidaya ikan karena informasi yang diberikan dinilai praktis dan dapat diterapkan dalam pengelolaan tambak sehari-hari guna menjaga produktivitas dan kesehatan ikan.
