Swipe Right dan Eros: Gaya Cinta di Era Aplikasi Kencan

Mahasiswa S1 Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Fadhila Aureliya Putri Samsudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengelola Cinta Eros di Era Aplikasi Kencan

Pernahkah Anda merasa jantung berdegup kencang saat menyapu layar ke kanan? Itulah momen ikonik di era aplikasi kencan yang mendefinisikan kembali cara kita menemukan cinta. Dengan platform seperti Tinder, Bumble, atau Hinge, kisah cinta kini sering dimulai dari swipe kecil yang penuh harapan. Namun, apakah cinta yang dimulai di layar bisa bertahan, terutama jika didominasi oleh gaya cinta seperti Eros?
Apa Itu Cinta Eros?
Cinta Eros sering kali digambarkan sebagai cinta yang penuh gairah, intensitas, dan ketertarikan fisik. Ini adalah cinta yang membuat dunia terasa hanya milik dua orang. Dalam budaya populer, Cinta Eros sering muncul dalam kisah cinta penuh gairah seperti di film atau novel romantis. Bagi mereka yang hidup dalam gaya cinta ini, hubungan biasanya dimulai dengan dorongan kuat akan daya tarik fisik, sering kali dipenuhi dengan momen-momen romantis dan menggairahkan.
Namun, seperti dua sisi koin, intensitas ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Gairah yang tinggi mampu menciptakan pengalaman cinta yang mendalam dan membekas, tetapi juga rentan terhadap perasaan cemburu dan ketergantungan emosional. Ketika gairah memudar atau ekspektasi tidak terpenuhi, konflik mudah muncul. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki gaya cinta Eros sering kali menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas hubungan karena ekspektasi yang tidak realistis terhadap pasangan mereka (Arriaga & Kumashiro, 2023).
Swipe Right: Aplikasi Kencan dan Gaya Cinta Eros
Aplikasi kencan memberikan kemudahan luar biasa untuk menemukan pasangan, terutama bagi mereka yang menyukai gaya cinta Eros. Dengan swipe right, Anda bisa terhubung dengan seseorang yang Anda anggap menarik, sering kali hanya berdasarkan foto profil atau bio singkat. Hal ini selaras dengan sifat Cinta Eros yang sangat berorientasi pada daya tarik awal.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa 55% pengguna aplikasi kencan pertama kali tertarik berdasarkan foto, dengan ketertarikan fisik menjadi faktor paling signifikan dalam pengambilan keputusan (Shaffer et al., 2022). Dalam hal ini, aplikasi kencan menjadi alat yang efektif bagi individu dengan gaya cinta Eros untuk menemukan pasangan yang sesuai dengan preferensi visual mereka.
Namun, aplikasi ini juga membawa tantangan baru. Budaya "pilihan tak terbatas" menciptakan ilusi bahwa selalu ada pasangan yang lebih baik di luar sana, membuat banyak orang enggan berkomitmen. Hal ini sering kali menyulitkan mereka yang mencari hubungan jangka panjang untuk menemukan pasangan yang benar-benar sejalan dengan nilai dan tujuan hidup mereka.
Dunia Digital: Tantangan dalam Mempertahankan Hubungan
Bagi mereka yang cenderung pada gaya cinta Eros, dunia digital yang serba cepat dan instan bisa menjadi tantangan besar. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang muncul:
Fokus pada Penampilan Fisik
Aplikasi kencan cenderung menonjolkan aspek visual. Ketika ketertarikan hanya berdasarkan foto, sulit untuk memahami kepribadian atau nilai seseorang secara mendalam. Hubungan yang dimulai dengan fokus pada fisik sering kali lebih rentan terhadap ketidakstabilan (Nguyen & Ong, 2022).
Budaya "Pilihan Tak Terbatas"
Dengan banyaknya profil yang dapat dilihat dalam waktu singkat, aplikasi kencan menciptakan ilusi pilihan yang tak ada habisnya. Hal ini sering membuat orang sulit berkomitmen karena mereka takut ada “pasangan yang lebih baik” menunggu di luar sana.
Ekspektasi Tinggi
Gaya cinta Eros sering kali membawa ekspektasi emosional yang besar. Ketika pasangan tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut, rasa kecewa mudah muncul. Ekspektasi yang tidak realistis ini bisa menjadi salah satu penyebab hubungan yang singkat dan tidak stabil (Gonzales & McKenna, 2023).
Kehilangan Kedalaman Emosional
Hubungan yang dimulai dengan fokus pada daya tarik fisik sering kali kurang memiliki kedalaman emosional yang diperlukan untuk hubungan jangka panjang. Dalam dunia digital, di mana komunikasi sering kali dangkal dan singkat, sulit bagi pasangan untuk membangun hubungan yang bermakna dan mendalam.
Bagaimana Menjaga Hubungan Tetap Sehat di Era Digital?
Meski tantangan dunia digital cukup besar, cinta Eros tetap dapat bertahan jika dikelola dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda menjaga hubungan tetap bermakna:
Jangan Hanya Fokus pada Penampilan
Ketertarikan fisik adalah awal yang baik, tetapi penting untuk mengenal pasangan lebih jauh. Mencari kesamaan nilai, minat, dan tujuan dapat membantu menciptakan fondasi yang kuat dalam hubungan.
Berkomunikasi dengan Jelas
Komunikasi adalah kunci untuk mengelola ekspektasi. Jika ada sesuatu yang Anda harapkan dari hubungan, sampaikan dengan cara yang jujur dan terbuka untuk menghindari kesalahpahaman.
Bangun Hubungan dengan Perlahan
Jangan terburu-buru melangkah ke tahap berikutnya. Gunakan waktu untuk memahami kepribadian pasangan, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang lebih mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang berkembang secara perlahan cenderung memiliki kedalaman emosional lebih besar (Reis & Shaver, 2021).
Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas
Daripada terus mencari pasangan baru, cobalah untuk fokus pada hubungan yang sedang Anda jalani. Kembangkan kedekatan emosional dan dukung satu sama lain untuk tumbuh bersama.
Tetapkan Batasan Digital
Terlalu banyak terhubung secara digital dapat mengurangi kualitas interaksi. Luangkan waktu untuk bertemu langsung dan membangun hubungan yang lebih personal di luar dunia online.
Swipe untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Di era aplikasi kencan, Cinta Eros tetap memiliki tempatnya sebagai gaya cinta yang penuh gairah dan daya tarik. Namun, hubungan yang hanya bergantung pada ketertarikan fisik sering kali tidak cukup untuk menciptakan hubungan yang langgeng. Dibutuhkan usaha, komunikasi, dan kesadaran untuk menyeimbangkan gairah dengan komitmen.
Jadi, saat Anda swipe right berikutnya, ingatlah bahwa cinta sejati bukan hanya soal ketertarikan di awal, tetapi juga tentang bagaimana Anda dan pasangan membangun masa depan bersama. Swipe dengan hati-hati, dan siapa tahu, Anda akan menemukan pasangan yang bisa berbagi perjalanan cinta yang penuh makna dan kebahagiaan.
Referensi
Arriaga, X. B., & Kumashiro, M. (2023). Passion, idealization, and the dynamics of romantic relationships. Journal of Social and Personal Relationships.
Shaffer, D. A., Levine, S. J., & Weitzman, E. (2022). Online dating: The role of first impressions in relationship initiation. Personal Relationships.
Gonzales, A. L., & McKenna, K. Y. A. (2023). The impact of online dating on romantic relationships: Challenges and benefits. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking.
Nguyen, M., & Ong, L. (2022). The impact of physical attraction in online dating: A study of early-stage relationship development. Psychology of Popular Media Culture.
Reis, H. T., & Shaver, P. (2021). The development of romantic relationships: Understanding the dynamics of passion, commitment, and intimacy. Psychological Bulletin.
