Konten dari Pengguna

Standar Sukses di Usia Muda yang Diam Diam Membebani Mental

Fadhilah Annadwa Rambe

Fadhilah Annadwa Rambe

Mahasiswi Prodi Sistem Informasi Universitas Pamulang.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadhilah Annadwa Rambe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI
zoom-in-whitePerbesar
AI

Di usia muda banyak dari kita mulai merasa tertinggal Bukan karena tidak berusaha tetapi karena terlalu sering membandingkan hidup sendiri dengan pencapaian orang lain Media sosial penuh dengan cerita sukses di usia muda Ada yang sudah bekerja mapan menikah punya bisnis bahkan membeli rumah Semua itu terlihat seperti tolok ukur yang harus dikejar secepat mungkin

Tanpa sadar standar sukses yang dibentuk lingkungan dan media membuat anak muda merasa hidupnya tidak cukup Ketika belum mencapai apa apa rasa gagal datang lebih dulu Padahal setiap orang punya waktu dan jalannya masing masing

Di Indonesia tekanan ini semakin terasa Banyak anak muda harus menghadapi realita ekonomi yang tidak mudah Biaya pendidikan naik lapangan pekerjaan terbatas dan tuntutan keluarga tetap tinggi Namun standar sukses seolah tidak menyesuaikan kondisi tersebut Akhirnya banyak yang memilih memaksa diri terus berjalan meski mental sudah kelelahan

Masalahnya standar sukses jarang membicarakan proses Kita lebih sering melihat hasil tanpa tahu cerita di baliknya Ini membuat anak muda merasa harus selalu kuat dan tidak boleh lelah Padahal kelelahan emosional adalah hal manusiawi

Isu ini bukan sekadar persoalan individu tetapi sudah menjadi isu sosial Ketika semakin banyak anak muda merasa tidak cukup maka dampaknya bisa meluas Mulai dari meningkatnya stres kecemasan hingga kehilangan makna hidup

Sudah saatnya kita mendefinisikan ulang arti sukses Sukses tidak selalu tentang cepat atau terlihat hebat di mata orang lain Sukses juga bisa berarti bertahan memperbaiki diri sedikit demi sedikit dan tetap menjaga kesehatan mental

Anak muda tidak malas atau lemah Mereka hanya sedang hidup di zaman yang menuntut segalanya serba cepat Memahami hal ini adalah langkah awal agar kita bisa lebih berempati dan memberi ruang untuk tumbuh tanpa tekanan berlebihan