Pentingnya Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

Fadhilah aufa Diana
Mahasiswa Universitas Pamulang
Konten dari Pengguna
5 Mei 2024 17:54 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fadhilah aufa Diana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
(sumber://pixabay.com/id)
zoom-in-whitePerbesar
(sumber://pixabay.com/id)
ADVERTISEMENT

Pendahuluan

sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di era globalisasi ini, bahasa menjadi aspek penting dalam komunikasi. Bahasa digunakan untuk menyampaikan pesan, berbagai informasi, membangun hubungan, dan mengungkapkan identitas budaya suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, bahasa Indonesia memiliki peran sangat penting dalam mempertahankan eksistensi dan menghadapi tantangan globalisasi. Di artikel kali ini akan membahas pentingnya eksistensi penggunaan bahasa Indonesia
ADVERTISEMENT

Pembahasan

Globalisasi yang terjadi ditandai dengan berkembangannya teknologi. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sebagian orang masih meragukan kemampuan bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmu pengetahuan, termasuk kaum cendekiawannya. Tetapi, karena dipaksa oleh pemerintah pendudukan Jepang dan didorong oleh pemuda- pemuda Indonesia, orang-orang Indonesia terpaksa menggunakan bahasa Indonesia untuk setiap pembicaraan. Sesudah Indonesia merdeka, Bangsa Indonesia mulai sadar bahwa tanpa bahasa Indonesia, bangsa Indonesia tidak akan memperoleh kemajuan. Setelah perkembangan bahasa Indonesia itu sedemikian pesatnya. Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis. Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak- kanak sampai dengan perguruan tinggi. Selain itu melihat perkembangan bahasa Indonesia di dalam negeri yang cukup pesat. Sementara itu, tantangannya dapat dikategorikan atas dua, yaitu tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal berupa pengaruh negatif bahasa daerah berupa kosakata, pembentukan kata, dan struktur kalimat. Tantangan eksternal datang dari pengaruh negatif bahasa asing (terutama bahasa Inggria) berupa masuknya kosakata tanpa proses pembenukan istilah dan penggunaan struktur kalimat bahasa Inggris. Masyarakat harus lebih bijak dalam memilah-milah bahasa baik dan buruk yang mereka dengar di internet ataupun media lainnya, sehingga mereka dapat membatasi penggunaan bahasa alay yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang juga sangat cepat, sehingga komunikasi antar manusia di negara-negara yang terpisah jauh pun dapat dilakukan dengan praktis tanpa perlu memakan waktu lama. Kemudahan ini membuat informasi dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang relatif singkat. Percepatan perpindahan informasi ini kemudian juga mempercepat proses keterkaitan dan ketergantungan antar manusia di dunia. . Kemunculan teknologi komputer dan internet di abad ini sebagai bukti perkembangan globalisasi sudah menjuru ke semua aspek salah satu faktor pendukung perkembangan internet yang sangat pesat diantaranya adalah kemudahan aksesnya dan kecepatan perkembangan teknologi informasi itu sendiri. Pemikiran yang terkadang terlalu berpengaruh dapat merusak tatanan budaya suatu bangsa sehingga dapat mengubah jalannya bangsa tersebut secara keseluruhan. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi. Hal ini membuktikan bahwa meskipun globalissi mempengaruhi aspek bahasa namun bahasa Indonesia tetap dijadikan bahasa utama untuk dunia pendidikan. Eksistensi Bahasa Indonesia yang merupakan jati diri bangsa Indonesia pada era globalisasi sekarang ini, perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia memang memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya. Demikian juga halnya dengan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai sarana pengembangan penalaran, karena pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, dan kemampuan memperluas wawasan. Selain kesadaran masyarakat mempertahankan peranan bahasa Indonesia, pemerinta juga terlibat untuk terus mempertahankan eksistensi penggunaan bahasa Indonesia di era globalisasi ini, salah satu bentuk upaya pemerintah tersebut adalah dengan membangun Pusat Pengembangan Bahasa. Dengan demikian jika masyakarat dan pemerintah terus berkerja sama dalam mengembangkan dan mempertahankan penggunaan bahasa Indonesia, maka eksistensi penggunaa bahasa Indonesia di era globaisasi akan terus dapat ditigkatkan hingga dunia mengetahui akan kuaitas bahasa Indnesia sendiri.
ADVERTISEMENT

Simpulan

Bahasa Indonesia dapat bertahan di era globalisasi dan perkembangan teknologi, asalkan dibatasi dari pencampuran bahasa asing dan slang yang berlebihan serta digunakan sebagai bahasa di internet. Untuk itu, diperlukan sebuah kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam menggunakan bahasa Indonesia.