Konten dari Pengguna

Wanita Tani Berdaya: KKN UNDIP Ajak KWT Desa Jagan Kembangkan Minuman Herbal

Fadhilah Rasnan

Fadhilah Rasnan

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadhilah Rasnan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengolah Sereh, Kunyit, dan Jahe Menjadi Minuman Herbal sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian dan Mendorong Pemberdayaan Perempuan

Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN Undip di Balai Desa Jagan, Jumat (14/8/2026). Foto: Fadhilah Rasnan.
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN Undip di Balai Desa Jagan, Jumat (14/8/2026). Foto: Fadhilah Rasnan.

Sukoharjo, 14 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro menghadirkan program kerja multidisiplin bertajuk “Pengolahan Potensi Rempah Melalui Pengembangan Produk Minuman Herbal SERUJA (Sereh, Kunyit, Jahe)” di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Program ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Jagan, khususnya KWT di Dusun Barepan, sebagai upaya mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan.

Berawal dari Kebun KWT

Desa Jagan memiliki potensi hasil pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Berbagai rempah seperti sereh, kunyit, dan jahe tersedia dan telah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, potensi tersebut masih dapat dikembangkan lebih lanjut agar tidak hanya dikonsumsi sebagai bahan pangan rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui pengolahan menjadi produk yang memiliki daya jual.

Melalui program SERUJA, mahasiswa KKN bersama anggota KWT mengolah kombinasi sereh, kunyit, dan jahe menjadi minuman herbal yang praktis dan memiliki karakteristik produk yang dapat dikembangkan sebagai salah satu usaha lokal. Kegiatan tidak hanya berfokus pada proses pengolahan, tetapi juga memperkenalkan pentingnya pengembangan produk agar memiliki identitas dan nilai jual.

Pelaksanaan program bertempat di Balai Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Dalam kegiatan tersebut, anggota KWT mendapatkan pendampingan mengenai proses pengolahan rempah menjadi minuman herbal SERUJA, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pengembangan produk dan dasar-dasar kewirausahaan agar anggota KWT memiliki gambaran mengenai peluang SERUJA untuk dikembangkan sebagai produk usaha.

Mewujudkan Perempuan Berdaya

Aspek pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. KWT tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai kelompok yang memiliki potensi untuk menjadi penggerak usaha berbasis sumber daya lokal. Keaktifan anggota KWT menjadi modal sosial yang penting dalam membangun kerja sama, pembagian peran, serta keberlanjutan pengembangan produk.

Pengembangan SERUJA juga diarahkan untuk membangun jiwa kewirausahaan anggota KWT. Melalui pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, anggota kelompok didorong untuk melihat rempah lokal bukan hanya sebagai hasil pertanian, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan produk yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, serta keberanian untuk mengembangkan potensi usaha.

Seirama dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program SERUJA turut mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi pemberdayaan perempuan, kegiatan ini selaras dengan SDG 5 – Kesetaraan Gender melalui peningkatan peran perempuan dalam aktivitas produktif dan kewirausahaan. Pengembangan produk lokal juga mendukung SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan membuka peluang usaha masyarakat. Sementara itu, pemanfaatan bahan pertanian lokal menjadi produk olahan bernilai tambah sejalan dengan SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

SERUJA, Langkah Awal Menuju Produk Unggulan Lokal

SERUJA menjadi salah satu contoh bahwa potensi yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi peluang apabila diikuti dengan kreativitas, keterampilan, dan kemauan untuk berinovasi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan KWT Desa Jagan, rempah lokal tidak hanya berhenti sebagai hasil pertanian, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki identitas dan potensi ekonomi.

Penyerahan produk SERUJA kepada pihak Desa Jagan, Sukoharjo pada Jumat (14/8/2026). Foto: Fadhilah Rasnan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi KWT Desa Jagan untuk terus mengembangkan SERUJA maupun produk olahan rempah lainnya secara mandiri. Dari sereh, kunyit, dan jahe yang sederhana, lahir sebuah gagasan untuk menciptakan produk lokal yang bernilai dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Jagan.