Konten dari Pengguna

Remaja Masjid : Ngaji, Beraksi, Berkreasi

fadia rizki halimah

fadia rizki halimah

sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya antusias dan aktif mengasah kemampuan di bidang media dan komunikasi. Selain kuliah, saya juga sering aktif dalam organisasi kampus yaitu Jurnalis Tv

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fadia rizki halimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto : Dokumentasi Pribadi Penulis-Kegiatan rutin remaja masjid saat mengaji, berdiskusi, dan merancang aksi sosial bersama.
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Dokumentasi Pribadi Penulis-Kegiatan rutin remaja masjid saat mengaji, berdiskusi, dan merancang aksi sosial bersama.

Tangerang Selatan,11 Juni 2025- Di tengah dinamika perkembangan zaman, masjid tidak lagi sekadar tempat ibadah melainkan telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang signifikan bagi pembentukan karakter generasi muda. Sekelompok remaja Masjid Al-Muslimun di Kecamatan Ciputat Timur mengadakan kegiatan ” Ngaji, Beraksi, Berkreasi” yang rutin diadakan setiap Jumat malam untuk memperkuat karakter dan aksi sosial. Semangat kebersamaan dan kreativitas mereka menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat kegiatan positif yang membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Lebih dari Sekadar Ngaji

Remaja masjid tidak hanya berkumpul untuk mengaji, tetapi juga aktif melakukan berbagai kegiatan nyata. Mereka berpartisipasi dalam kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan, memberikan santunan kepada anak yatim, serta workshop keagamaan guna memperluas wawasan. Berkat beragam program yang dijalankan mulai dari bidang keagamaan, sosial, pendidikan, hingga seni kini masjid semakin berfungsi sebagai pusat aktivitas positif bagi para remaja.

Di balik kegiatan itu, pembina dan anggota pengurus menjadi pendorong utama untuk menggerakkan remaja masjid dengan dukungan masyarakat sekitar yang ikut merasakan manfaatnya, tak hanya sekarang tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Kegiatan Rutin yang Meluas

Agenda “Ngaji, Beraksi, Berkreasi” rutin digelar setiap Jumat malam sebagai wadah pengajian bersama. Kegiatan ini menjadi lebih intensif saat momen hari besar Islam maupun bulan Ramadan. Tak hanya memperdalam pemahaman agama, agenda ini juga membuka ruang bagi pengurus untuk mengekspresikan kreativitas serta terlibat dalam aksi sosial. Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong untuk aktif mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

Foto : Dokumentasi Pribadi Penulis-Kegiatan rutin remaja masjid saat mengaji, berdiskusi, dan merancang aksi sosial bersama.

Davita Pratami Suwardi Putri, selaku pengurus remaaja masjid Al-Muslimun menegasakan tantangan seperti menjaga konsistensi dan menghadapi kesibukan dapat diatasi dengan komunikasi yang baik, evaluasi berkala, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai kalangan. Cara ini dapat menjaga semangat dan tingkat partisipasi remaja untuk terus berkontribusi.

“Tempat kami mendapatkan inspirasi serta pelatihan itu berada di masjid karna masjid adalah tempat kami berkumpul satu sama lain bertukar pikiran, mencari inspirasi, mencari solusi dan berevaluasi. Dengan tujuan meningkatkan kualitas terhadap berbagai macam program yang telah dibuat oleh remaja masjid.” Ujarnya

Kontribusi Nyata Remaja Masjid

Dampak dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, para remaja menjadi lebih disiplin, aktif kegiatan sosial dan keagamaan, serta bertanggung jawab. Lingkungan sekitar pun menjadi lebih bersih, masyarakat terbantu melalui program sosial, dan suasana masjid menjadi lebih hidup dengan beragam kegiatan produktif. Hal ini menegaskan bahwa masjid sebagai pusat komunitas masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman dengan cara yang adaptif dan konstruktif.

Miswa Josepa Kurnia, selaku masyarakat setempat menilai kegiatan ini bukan hanya bermanfaat secara individu, tetapi juga secara sosial.

"Kegiatan ini sangat penting karena membentuk karakter positif dan meminimalisasi risiko kenakalan remaja," ujarnya.

"Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial, menciptakan lingkungan yang harmonis dan religius," tambahnya.

Namun, agar kontribusi ini berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas, diperlukan dukungan terus-menerus dari takmir masjid, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Pengembangan program-program kreatif dengan melibatkan teknologi serta kolaborasi lintas elemen menjadi langkah strategis berikutnya untuk mengukuhkan peran remaja masjid sebagai agen perubahan modern.