Masa Sulit di Era Pandemi COVID-19

Mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Jakarta Prodi Akuntansi
Konten dari Pengguna
15 Januari 2022 17:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari fadiah amalda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aktivitas perekonomian mengalami penurunan yang disebabkan oleh adanya pandemi COVID-19 Pandemi COVID-19 salah satu peristiwa penyakit virus yang menyebar diseluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh korona virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2). Kasus positive covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada tanggal 2 maret 2020. Pandemi COVID-19 berdampak buruk terhadap kesehatan maupun ekonomi sejak tahun 2020 hingga tahun saat ini.
ADVERTISEMENT
Pengalaman sulit di masa pandemi hampir dirasakan oleh semua orang. Sepanjang tahun 2020, pandemi COVID-19 telah menyebabkan angka perekonomian menurun diseluruh penjuru dunia. Dampaknya tidak hanya dialami oleh negara-negara berkembang, negara-negara maju pun merasakan dampak buruk dari adanya pandemi COVID-19 tersebut. Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Sri Mulyani Indrawati memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dalam skenario terburuk bisa mencapai minus 0,4 persen.
Penurunan aktivitas ekonomi di masa pandemi terjadi karena, pemerintah membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ('PSBB'). Kebijakan tersebut, menyebabkan berkurangnya pemasukan rumah tangga di saat harga berbagai kebutuhan sehari-hari sangat meningkat. Pandemi COVID-19 menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat. Hal tersebut, disebabkan karena ada beberapa sektor industri atau perusahaan yang mengalami kerugian secara tiba-tiba karena COVID-19.
ADVERTISEMENT
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada bulan Februari 2020 terdapat 6.88 juta pengangguran, lebih meningkat sekitar 60.000 orang dibandingkan pada tahun 2019. Tingkat angka pengangguran mencapai 4,99% dari total angkatan kerja sejumlah 137,91 juta penduduk. Pemerintah memproyeksi peningkatan angka pengangguran akibat pandemi COVID-19 bisa mencapai 5,23 juta orang.
Pada masa pandemi covid-19 ini banyak sekali kesulitan-kesulitan yang terjadi. Kesulitan-kesulitan tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kalangan muda, tetapi dirasakan oleh semua kalangan masyarakat baik yang tua maupun yang muda.
Pandemi COVID-19 ini juga menyebabkan semua masyarakat kehilangan keluarga dan pekerjaannya. Bahkan jika anda tahu, kasus-kasus angka kemiskinan pada masa pandemi COVID-19 ini melonjak tinggi sekali. Banyak masyarakat yang sangat kesulitan untuk mencari makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, beberapa dari anda pasti merasakan kesulitan seperti itu.
ADVERTISEMENT
Walaupun pemerintah telah menyalurkan sebuah bantuan dana sosial, tetapi hal tersebut masih kurang membantu masyarakat untuk menjalani kehidupannya selama masa pandemi covid-19 ini masih berlangsung. Terkadang juga, pemerintah tidak menyalurkan bantuan dana sosial itu secara merata.
Yang seharusnya bantuan dana sosial tersebut disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu, tapi pemerintah malah menyalurkannya kepada masyarakat yang perekonomian kalangan atas atau masyarakat yang masih bisa dibilang mampu untuk menjalani kehidupannya di masa pandemi COVID-19 ini. Hal tersebut, menyebabkan angka perekonomian tidak seimbang.
Jika anda sebagai seorang pelajar, anda pasti merasakan sekali dampak sulit dari adanya pandemi COVID-19 ini, baik dari seorang siswa maupun mahasiswa pasti merasakannya. Karena, dengan adanya pandemi COVID-19 ini semua pelajar hanya bisa melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh ('PJJ') atau pembelajaran secara online yang hanya dilakukan lewat gadget.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya sistem pembelajaran jarak jauh tersebut menyebabkan banyaknya pelajar yang sulit untuk memahami sebuah materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru ataupun dosen, dan ketika pembelajaran jarak jauh berlangsung jika anda seorang pelajar yang tinggal disebuah desa pasti ada merasakan kesulitan susah sinyal.
Masa sulit pada saat pandemi COVID-19 ini juga bisa dirasakan oleh para pekerja atau karyawan, Karena banyak para pekerja yang mengerjakan pekerjaannya secara Work From Home ('WFH'). Hal tersebut, menyebabkan para pekerja kurang bersosialisasi secara efektif dalam mengerjakan tugasnya, jika anda seorang pekerja atau karyawan pasti anda merasakan hal tersebut.
Mungkin dengan adanya pandemi COVID-19 ini banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak hanya negatif, tetapi ada yang positifnya juga. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat harus bisa lebih berhati-hati lagi dan selalu waspada terhadap apa yang terjadi. Karena, semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak pula tantangan yang harus bisa kita lewati. Baik itu tantangan perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan juga tantangan sosial yang secara global.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020