Resensi Game Star Wars Jedi: Fallen Order

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari FADIL ABI ARDIANSYAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul: Star Wars Jedi: Fallen Order
Developer: Respawn Entertainment
Publisher: Electronic Arts (EA)
Tahun Rilis: 2019
Genre: Action-adventure, Soulslike
Mode: Single-player
Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC, PlayStation 5, Xbox Series X/S
Engine: Unreal Engine 4
Tokoh Utama: Cal Kestis
Latar Cerita: Setelah peristiwa Order 66 dalam dunia Star Wars
Durasi: Sekitar 17–20 jam untuk cerita utama, tergantung gaya bermain
Resensi Game Star Wars Jedi: Fallen Order
Kalau mendengar Star Wars, yang langsung terbayang mungkin lightsaber, Jedi, Force, dan Darth Vader. Semua itu memang ada di Star Wars Jedi: Fallen Order. Bedanya, kali ini kita nggak diajak menjadi Jedi yang sudah jago dari awal. Kita bermain sebagai Cal Kestis, seorang Jedi muda yang masih belajar memahami kemampuan dan masa lalunya.
Setelah Order 66, Cal memilih menyembunyikan identitasnya sebagai Jedi. Namun, keadaan membuatnya kembali menggunakan Force dan akhirnya harus berhadapan dengan Empire. Dari situlah perjalanan Cal sebagai Jedi dimulai lagi.
Pendapat Saya
Menurut saya, hal yang paling menarik dari Fallen Order adalah bagaimana game ini membuat kita benar-benar merasakan menjadi seorang Jedi. Bukan cuma soal memegang lightsaber dan mengalahkan musuh, tetapi juga soal belajar menggunakan kemampuan yang kita punya.
Di awal permainan, Cal masih terasa seperti Jedi yang belum matang. Melawan musuh saja kadang bisa bikin panik, apalagi kalau berhadapan dengan musuh yang lebih kuat. Tapi justru di situ letak serunya. Semakin sering dimainkan, kita mulai hafal pola serangan musuh dan semakin nyaman menggunakan lightsaber serta Force.
Combat-nya juga nggak terasa membosankan. Kita bisa menggunakan beberapa gaya lightsaber dan menggabungkannya dengan Force. Kadang rasanya lebih puas ketika berhasil menangkis serangan musuh daripada sekadar menyerang terus-menerus.
Hal lain yang saya suka adalah berbagai elemen Star Wars yang diselipkan di sepanjang permainan. Ada easter egg dan beberapa hal yang terasa familiar bagi penggemar filmnya. Jadi ketika menemukan sesuatu yang kita kenal, ada rasa seperti menemukan kejutan kecil.
Cerita game ini juga terasa semakin menarik karena masih berada di dunia Star Wars yang sudah kita kenal. Namun, kita tetap mendapatkan karakter dan cerita baru sehingga nggak terasa seperti cuma memainkan ulang film.
Salah satu momen yang paling berkesan tentu saja ketika Darth Vader muncul. Kemunculannya terasa seperti game tiba-tiba menaikkan level ancamannya. Setelah sebelumnya sibuk menghadapi berbagai musuh, melihat Darth Vader muncul membuat situasinya langsung terasa jauh lebih serius.
Menurut saya, momen seperti itu yang membuat Fallen Order terasa spesial. Game ini nggak harus terus-terusan menunjukkan karakter atau adegan besar untuk membuat kita merasa sedang berada di dunia Star Wars. Cukup dengan gameplay, suasana, karakter, dan beberapa kejutan di dalamnya, dunia tersebut sudah terasa hidup.
Kesimpulan
Star Wars Jedi: Fallen Order menurut saya adalah game yang cocok buat siapa saja yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi Jedi. Gameplay-nya seru, combat-nya cukup menantang, dan berbagai elemen Star Wars di dalamnya membuat pengalaman bermain jadi lebih menyenangkan.
Yang paling saya suka, game ini nggak membuat perjalanan Cal terasa terlalu mudah. Kita ikut melihat bagaimana dia berkembang, bukan cuma dari kemampuan bertarungnya, tetapi juga dari keberaniannya menghadapi masa lalu.
Kalau kalian penggemar Star Wars, game ini jelas layak dicoba. Tapi kalau belum terlalu mengikuti Star Wars sekalipun, Fallen Order tetap bisa dinikmati karena gameplay-nya sudah cukup kuat untuk membuat kita betah bermain.
Setelah memainkannya, saya jadi sadar satu hal: menjadi Jedi memang kelihatan keren, tapi ternyata nggak semudah mengayunkan lightsaber. Kadang yang paling sulit bukan mengalahkan musuh, tetapi berani menghadapi diri sendiri.
Rating: 8,5/10
