Konten dari Pengguna

Pendidikan sebagai Investasi untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fadilah aril tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan sering kali dianggap hanya sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu dan memperoleh ijazah. Padahal, pendidikan memiliki peran yang jauh lebih besar dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang yang dapat menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus memengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara. Bagi Indonesia, pembangunan pendidikan menjadi hal penting karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan persaingan dunia kerja.

Foto by aril fadilah
zoom-in-whitePerbesar
Foto by aril fadilah

Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada modal, sumber daya alam, dan teknologi. Kualitas manusia yang mengelola berbagai sumber daya tersebut juga menjadi faktor penting. Masyarakat yang memperoleh pendidikan dan keterampilan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan inovasi. Dengan meningkatnya produktivitas tenaga kerja, kegiatan ekonomi juga berpotensi berkembang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Pada tahun yang sama, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 9,07 tahun.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembangunan manusia, meskipun Indonesia masih menghadapi tantangan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang Investasi biasanya dikaitkan dengan uang, saham, atau pembangunan infrastruktur. Namun, pendidikan juga dapat disebut sebagai investasi karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Seseorang yang mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang memadai memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kemampuan kerja dan pendapatannya. Di sisi lain, negara juga memperoleh manfaat melalui tersedianya tenaga kerja yang lebih produktif.

Karena itu, pengeluaran untuk pendidikan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai biaya, tetapi sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Indonesia sendiri menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam APBN. Pada 2026, anggaran pendidikan ditetapkan sekitar Rp769,09 triliun atau 20 persen dari APBN. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung siswa dan mahasiswa, pendidik, sarana-prasarana, serta berbagai program pendidikan lainnya.

Pemerataan Pendidikan Masih Menjadi Tantangan Meskipun pendidikan memiliki peran penting terhadap pembangunan ekonomi, akses dan kualitas pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Perbedaan fasilitas pendidikan, kualitas tenaga pengajar, akses teknologi, serta kondisi ekonomi keluarga masih menjadi persoalan di sejumlah daerah. Masyarakat di wilayah perkotaan mungkin memiliki akses yang lebih luas terhadap fasilitas pendidikan dan teknologi dibandingkan masyarakat di daerah terpencil. Karena itu, pembangunan pendidikan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah sekolah atau peserta didik, tetapi juga pada pemerataan kualitas pendidikan.

Pemerintah telah mengalokasikan berbagai program untuk memperluas akses pendidikan. Dalam APBN 2025, misalnya, anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp724,3 triliun atau 20 persen dari belanja negara, yang digunakan antara lain untuk PIP, KIP Kuliah, BOS, beasiswa LPDP, pembangunan dan revitalisasi sekolah, serta digitalisasi pembelajaran.

“Pendidikan bukan sekadar biaya yang harus dikeluarkan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Pendidikan untuk Mendorong Ekonomi Indonesia Pendidikan yang berkualitas dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Selain menjadi tenaga kerja, masyarakat yang memiliki pendidikan dan keterampilan juga dapat menjadi pelaku usaha. Mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan UMKM, menciptakan produk baru, dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas pendidikan dapat membantu Indonesia membangun ekonomi yang lebih produktif dan kompetitif.