Konten dari Pengguna

Makna 10 Muharram: Hari Asyura' yang Penuh Hikmah dan Sejarah

fadiyah khairunnisa

fadiyah khairunnisa

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fadiyah khairunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Penulis (Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Penulis (Dokumen Pribadi)

Hari Asyura itu apa? Ada Perstiwa Pentingnya?

Di dalam kalender Islam, tanggal 10 Muharram dinamakan hari Asyura. Kenapa bisa dinamakan Asyura, karena di dalam bahasa Arab Asyura artinya "Kesepuluh". Dilansir dari detik.com, yang mengutip dari buku "Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT?", tulisan Alexander Zulkarnaen bahwa secara bahasa, istilah Asyura berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah hari kesepuluh.

Terdapat beberapa kisah yang di mana kisah ini dikaitkan dengan penamaan 10 Muharram sebagai hari Asyura, karena terdapat 10 kisah utusan Allah Swt, yang Allah Swt muliakan atas keesaannya. Dilansir dari Nu Online Jateng, teradapat 10 kisah kenapa 10 Muharram dinamakan hari Asyura:

•Allah swt menerima taubat Nabi Adam as pada hari itu;

•Allah swt mengangkat Nabi Idris as ke tempat yang tinggi pada hari itu;

•Kapal Nabi Nuh as berlabuh di Gunung Judy pada hari itu;

•Nabi Ibrahim as lahir pada hari itu dan Allah menjadikannya sebagai kekasih serta menyelamatkannya dari api Namrud pada hari itu;

•Taubat Nabi Dawud as Yang diterima pada hari itu dan mengembalikan kerajaan kepada putranya, Nabi Sulaiman as pada hari itu;

•Penderitaan Nabi Ayub as atas penyakit yang disembuhkan Allah swt pada hari itu;

•Allah swt menyelamatkan Nabi Musa as dari kejaran Fir'aun saat menyeberangi Laut Merah, sedangkan Fir'aun dan tentaranya ditenggelamkan pada hari itu;

•Allah swt menyelamatkan Nabi Yunus as dari perut ikan pada hari itu.

•Allah memulihkan penglihatan Nabi Ya'qub as setelah kehilangan penglihatan karena menangisi kehilangan putranya pada hari itu;

•dan, Pada hari Asyura juga, Nabi Muhammad saw dilahirkan, menambah kemuliaan hari tersebut dalam sejarah Islam.

Keutamaan Puasa di 10 Muharram

Pada 10 Muharram, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah, sebab dijelaskan di dalam H.R Muslim puasa Asyura merupakan puasa yang utama setelah Ramadhan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Selain itu juga puasa Ayura merupakan pelebur dosa-dosa setahun yang lalu. Hal ini dijelaskan di dalam H.R Muslim:

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim)

Walaupun puasa Asyura itu memiliki banyak keutamaan didalamnya Rasulullah SAW, meganjurkan kepada umatnya untuk tidak berpuasa pada hari itu saja, sebab orang Yahudi juga berpuasa pada hari itu (Orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram, karena memperingati pembebasan Nabi Musa dan Ban Israil dari Fir'aun). Maka dari itu Rasulullah SAW, menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9-11 Muharram untuk membedakan dengan rang Yahudi. Hal ini dijelaskan di dalam H.R Ahmad:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad)

Refleksi dan HIKMAH

Hari Asyura bukan hanya sekedar ritual puasa atau peringatan sejarah. Ini adalah momen untuk merenung, memperkuat keimanan, dan meneladani keteguhan para Nabi dan pejuangan Islam yang diuji dengan ujian berat, namun tetap teguh dalam kebenaran.

Bagi kita hari Asyura bisa menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi cobaan hidup, kita punya banyak contoh keteladanan dari para Nabi dan Sahabat yang mengandalkan kesabaran, keteguhan hati, dan keimanan kepada Allah Swt.

10 Muharram adalah hari penuh makna. Marilah kita jadikan Asyura sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal, dan memperkuat semangat keadilan serta solidaritas sesama umat.