AHY Singgung Kekuasaan, PAN Tegaskan Dukung Terus Prabowo: Hidup Mati Bersama

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendes PDT Yandri Susanto saat ditemui usai rapat terbatas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendes PDT Yandri Susanto saat ditemui usai rapat terbatas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menegaskan, PAN akan terus mendukung Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Yandri menyebut PAN siap “hidup mati” bersama Prabowo.

Hal itu disampaikan Yandri saat merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut kekuasaan bukan sesuatu yang dimiliki seseorang untuk selamanya.

Saat ditanya mengenai sikap PAN terhadap pernyataan AHY, Yandri meminta agar detail pernyataan tersebut ditanyakan langsung kepada AHY.

“Ah, tanya AHY. Jangan saya, kan bukan penerjemah AHY,” ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).

“Kita hormati dan detailnya tanya Pak AHY aja,” lanjutnya.

Meski demikian, Yandri menegaskan PAN tetap mendukung Prabowo. Dia menyebut PAN telah tiga kali mendukung Prabowo dan akan terus memberikan dukungan.

“Oh selalu kita, 3 kali mendukung. Ini dah menang masa gak dukung. Dukung terus. Hidup mati bersama Pak Prabowo,” tegasnya.

kumparan post embed

Sebelumnya, AHY menegaskan kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

Hal itu disampaikan AHY dalam pidato politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.

AHY kemudian menyinggung 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengatakan terdapat pelajaran yang dapat diambil dari masa pemerintahan SBY, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung secara damai dan demokratis setelah dua periode.

“Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” ujarnya.

AHY menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, setiap pergantian kekuasaan harus berlangsung dengan menghormati kehendak rakyat.