Analisis Gempa 5,7 Magnitudo yang Getarkan Aceh Jaya: Dipicu Aktivitas Subduksi

Gempa bumi 5,7 magnitudo menggetarkan Calang, Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu (4/10) pukul 06.37.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa berada di kedalaman 55 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,55 derajat Lintang Utara dan 95,08 derajat Bujur Timur.
“Episenter gempa bumi terletak di laut 56 kilometer barat daya Calang, Aceh Jaya,” kata Wijayanto dalam keterangannya.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Gempa Dirasakan hingga Meulaboh
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan di sejumlah wilayah Aceh.
Guncangan dengan skala intensitas IV MMI dirasakan di Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bhakti, dan Kota Calang di Aceh Jaya, serta Kota Jantho.
Pada skala IV MMI, guncangan pada siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
Sementara guncangan dengan skala III MMI dirasakan di Kota Meulaboh. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Belum Ada Gempa Susulan
Hingga pukul 07.10 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
BMKG terus memantau aktivitas gempa dan kemungkinan gempa susulan serta menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.
