Anggota Komisi IX Soroti Asap Karhutla Makin Pekat: Harus Lindungi Anak-Lansia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara sungai Mahakam kawasan Sungai Kujang, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/10/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara sungai Mahakam kawasan Sungai Kujang, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/10/2026). Foto: Angga Palguna/ ANTARA FOTO

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengingatkan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan, bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

“Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, yang paling penting adalah memastikan masyarakat terlindungi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus,” ujar Netty dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Menurut Netty, penanganan karhutla harus berjalan beriringan dengan mitigasi dampak kesehatan.

Pemandangan drone menunjukkan Katedral Santo Yusuf diselimuti kabut akibat kebakaran hutan, di Pontianak, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, 15 September 2026. Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan kesehatan lain akibat paparan asap.

Netty mendorong pemerintah menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala dengan bahasa yang mudah dipahami. Informasi tersebut perlu disertai panduan mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai, serta langkah yang harus dilakukan ketika muncul gejala gangguan pernapasan.

“Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa udara sedang buruk, tetapi tidak mendapatkan panduan mengenai apa yang harus dilakukan. Informasi harus diikuti dengan layanan kesehatan yang siap, akses pemeriksaan, dan penanganan yang cepat bagi warga terdampak,” katanya.

video from internal kumparan

Minta Penanganan Karhutla Terpadu

Selain perlindungan kesehatan, Netty menilai pengendalian karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten. Upaya pemadaman, pemantauan titik api, perlindungan kawasan gambut, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan perlu dilakukan secara terpadu agar kebakaran tidak terus berulang.

Ia mengapresiasi kerja petugas gabungan dan relawan yang menangani kebakaran di lapangan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui pencegahan sejak dini, dukungan sarana yang memadai, serta evaluasi terhadap efektivitas penanganan di wilayah rawan.

Suasana di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Foto: Dok. kumparan

“Pemadaman memang penting, tetapi pencegahan tidak boleh tertinggal. Kita perlu memastikan kesiapsiagaan berjalan sebelum kebakaran meluas dan masyarakat terpapar asap dalam waktu lama,” ujarnya.

Netty menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian integral dari kebijakan penanganan karhutla. Menurut dia, respons darurat tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan keselamatan warga, keberlanjutan layanan kesehatan, dan pemulihan lingkungan.

“Negara harus hadir dalam dua hal sekaligus, mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari berkurangnya titik api, tetapi juga dari terjaganya kesehatan dan keselamatan warga,” tutup Netty.