BNPB Catat 17.942 Hektare Area Masih Terbakar, Kalteng Terluas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi yang masih memiliki area kebakaran luas dan lahan yang belum padam.

Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus.

Berdasarkan pemantauan BNPB melalui sistem informasi geografis hingga 24 Oktober pukul 15.00 WIB, tercatat 13.910 titik panas dengan luas area terbakar sekitar 25.409 hektare. Sementara itu, luas area yang masih belum padam mencapai 17.942 hektare.

BNPB menyatakan, data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan hasil pemantauan.

Pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO

Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Kalimantan Tengah mencatat 8.049 titik panas, luas area terbakar 13.944 hektare, dan sekitar 11.786 hektare yang masih belum padam.

Dibandingkan dengan hari sebelumnya, jumlah titik panas di provinsi tersebut turun sekitar 52 persen, sedangkan luas area yang belum padam berkurang sekitar 43 persen.

Meski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan tetap perlu dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa, terutama di lahan gambut.

Sumsel dan Kalbar Masih Jadi Perhatian

Sumatera Selatan mencatat 1.335 titik panas dengan luas area terbakar 3.429 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.472 hektare dilaporkan masih belum padam.

Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 1.137 titik panas, luas area terbakar 2.500 hektare, dan sekitar 1.547 hektare yang masih belum padam.

Kedua provinsi tersebut masih membutuhkan pemantauan dan penanganan intensif.

BNPB mengingatkan bahwa penurunan jumlah titik panas tidak selalu diikuti penurunan luas kebakaran. Karena itu, evaluasi penanganan perlu mempertimbangkan jumlah titik panas, luas area terbakar, dan luas area yang masih belum padam secara bersamaan.

Karhutla Juga Terjadi di Sejumlah Provinsi Lain

Di Kalimantan Selatan, tercatat 362 titik panas dengan luas area terbakar 526 hektare. Sekitar 317 hektare di antaranya masih belum padam.

Papua Selatan mencatat 487 titik panas, luas area terbakar 310 hektare, dan sekitar 117 hektare yang masih belum padam.

Selain itu, Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara juga masih memiliki titik panas dan area kebakaran.

video from internal kumparan

Pemadaman Darat dan Dukungan Udara Dilanjutkan

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan karhutla berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan penanganan di setiap wilayah.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi atmosfer.

Khusus di lahan gambut, pemadaman darat dan pembasahan berulang tetap diperlukan karena api dapat membara di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, keberhasilan penanganan tidak hanya diukur dari penurunan jumlah titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas area yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api.

BNPB juga melakukan reposisi armada udara antardaerah berdasarkan kebutuhan operasi dan kondisi lapangan. Langkah tersebut tetap mempertimbangkan kecukupan dukungan di wilayah asal serta keselamatan penerbangan.

BNPB Imbau Masyarakat Tak Membakar Lahan

BNPB mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kemunculan api kepada petugas dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta instansi terkait.

BNPB bersama seluruh unsur penanganan akan terus memprioritaskan wilayah yang masih mengalami kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, dan mencegah kebakaran berulang.