Gus Kikin Temui Dubes Mesir, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Pertukaran Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Wakil Ketua Umum PBNU KH M. Faiz Syukron Ma'mun, bersilaturahmi dengan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, di Ambassador Residence, Menteng, Jakarta Pusat.
Gus Kikin mengapresiasi hubungan historis yang erat antara Indonesia dan Mesir. Menurutnya, Mesir memiliki posisi istimewa dalam sejarah Indonesia karena menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.
"Hubungan Indonesia dan Mesir bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi memiliki akar sejarah, keilmuan, dan persaudaraan yang sangat kuat. Hubungan yang telah terjalin ini perlu terus kita rawat dan kembangkan melalui kerja sama yang semakin konkret," ujar Gus Kikin dalam keterangannya, Jumat (9/10).
Pertemuan tersebut juga membahas peran Al-Azhar dalam perkembangan keilmuan Islam di Indonesia. Sejak dekade 1960-an hingga saat ini, ribuan pelajar Indonesia telah menempuh pendidikan di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar. Hal ini mempererat hubungan sanad keilmuan ulama Indonesia dengan tradisi keilmuan Al-Azhar yang moderat dan berwibawa.
Pemerintah Mesir Dukung Pendidikan RI
Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy mengatakan, pemerintah Mesir melalui Al-Azhar dan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta terus mendukung pendidikan pelajar Indonesia.
Salah satunya melalui beasiswa penuh bagi 30 pelajar Indonesia setiap tahun untuk berbagai program studi keagamaan maupun umum.
"Mesir dan Al-Azhar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia. Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mendapatkan kesempatan belajar di Mesir dan menjadi jembatan keilmuan serta persaudaraan antara kedua negara," kata Yasser Elshemy.
Yasser Elshemy menyampaikan selamat kepada Gus Kikin atas amanahnya sebagai Ketua Umum PBNU. Ia mendoakan agar kepemimpinan PBNU dapat semakin memberikan manfaat bagi umat dan bangsa, serta memperkuat hubungan dengan dunia Islam.
Pertukaran Kunjungan Ulama
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU KH M. Faiz Syukron Ma'mun mengusulkan agar program pertukaran dan kunjungan ulama antara Indonesia dan Al-Azhar Mesir lebih intensif.
Menurutnya, pertukaran ulama dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat dakwah Islam moderat sekaligus memperluas pertukaran wawasan keislaman di antara masyarakat kedua negara.
"Pertukaran ulama perlu kita dorong lebih intensif. Ulama Al-Azhar dapat hadir menyampaikan pandangan keislaman yang moderat di Indonesia, dan ulama Indonesia juga dapat berbagi pengalaman mengenai kehidupan Islam yang damai, moderat, dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk," kata Kiai Syukron Ma'mun.
Kedutaan Besar Mesir menyatakan kesiapan untuk menjajaki berbagai bentuk sinergi antara Al-Azhar, Kedutaan Besar Mesir, dan PBNU dalam bidang dakwah Islamiyah, pendidikan, moderasi beragama, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Kerja sama antara Al-Azhar, Kedutaan Besar Mesir, dan PBNU memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Kami menyambut baik berbagai gagasan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan Mesir," ujar Yasser Elshemy.
