Gus Yahya di Muktamar NU: Semoga 5 Tahun Lagi Dibuka Presiden Prabowo Lagi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berharap Presiden Prabowo Subianto kembali membuka Muktamar NU lima tahun mendatang.
Gus Yahya mengatakan, Muktamar ke-36 NU akan digelar pada 2031. Dia berharap Prabowo yang hari ini membuka Muktamar ke-35 juga kembali hadir lima tahun mendatang.
"Lima tahun lagi kami akan muktamar lagi, muktamar ke-36 pada tahun 2031. Saya tidak tahu mungkin ini agak susah untuk diotak-atik untuk menjadi angka yang bagus. Tapi dalam hati saya, saya berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi," kata Gus Yahya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Prabowo dalam forum tertinggi organisasi NU tersebut.
"Bapak Presiden, kami sangat berbahagia, bergembira, dan sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Presiden dan kami mohon Pak Presiden nanti membuka secara resmi muktamar ke-35 NU ini. Dan alhamdulillah otak-atik nomornya kelihatannya cocok semua," ujarnya, merujuk kebiasaan Prabowo yang mengotak-atik angka saat berpidato.
Gus Yahya: Arah NU Harus Sejalan dengan Bangsa
Dalam sambutannya, Gus Yahya juga menekankan pentingnya keselarasan antara arah perjuangan NU dan pembangunan nasional.
Menurut dia, Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum menentukan arah organisasi dan pergerakan warga Nahdliyin untuk lima tahun ke depan.
"Para muktamirin 2.232 orang pimpinan NU seluruh Indonesia ini dalam 5 hari ke depan akan menentukan arah organisasi, akan menentukan bagaimana mereka mengajak lebih dari 120 juta warga NU menuju. Maka tidak boleh arah NU ini tidak berkesesuaian dengan arah bangsa," kata Gus Yahya.
Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Forum tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari program kerja kebangsaan, sidang komisi Bahtsul Masail, hingga pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.
Pembukaan muktamar dihadiri Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri dan pejabat negara, serta jajaran pengurus NU pusat dan daerah.
