Israel Serang Gaza di Tengah Gencatan Senjata: Anak 4 Tahun Tewas, 7 Orang Luka

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pelayat bersedih di dekat jenazah yang tewas dalam serangan Israel di sebuah kafe, Kota Gaza, Selasa (18/8/2026). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Para pelayat bersedih di dekat jenazah yang tewas dalam serangan Israel di sebuah kafe, Kota Gaza, Selasa (18/8/2026). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun, dan melukai tujuh lainnya pada Minggu (23/8).

Serangan terjadi setelah Israel mengancam meningkatkan operasi militernya sebagai respons atas peluncuran balon, drone, dan layang-layang dari Gaza ke wilayah Israel.

Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Zawayda, Gaza tengah. Serangan terjadi tak lama setelah militer Israel meminta pemilik bangunan meninggalkan lokasi tersebut, menurut keterangan warga.

Petugas medis mengatakan sedikitnya enam orang terluka akibat puing dan serpihan logam yang beterbangan hingga puluhan meter dari lokasi ledakan. Salah satu korban, Mohammad Abdel-Salam Taha, 4 tahun, meninggal dunia di rumah sakit.

Seorang wanita Palestina memeriksa rumahnya yang rusak setelah serangan Israel di Kota Gaza, Rabu (29/7/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Bangunan yang menjadi sasaran hancur dan menyisakan tumpukan beton serta rangka baja yang rusak.

"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa," kata Abu Ahmed, warga Palestina yang mengungsi dan berlindung di sekitar lokasi serangan dikutip dari Reuters.

"Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," ujarnya.

Serangan kedua terjadi di Kamp Pengungsi Nuseirat, tidak jauh dari lokasi pertama. Pejabat kesehatan setempat mengatakan serangan tersebut juga menimbulkan korban, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Militer Israel mengatakan, masih menyelidiki kedua serangan tersebut.

Para pelayat mengangkat jenazah yang tewas dalam serangan Israel di sebuah kafe, Kota Gaza, Selasa (18/8/2026). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

Israel Tetap Serang Hamas

Serangan terbaru terjadi meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah menghentikan pertempuran besar di Gaza sejak Oktober 2025. Namun, operasi militer Israel masih berlangsung dengan alasan mencegah serangan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.

Pada Sabtu (22/8) malam, militer Israel mengeklaim telah membunuh seorang anggota senior Hamas, Sharif Al-Hasnat, di Deir Al-Balah. Israel menyebut Al-Hasnat terlibat dalam upaya memulihkan "infrastruktur bawah tanah" Hamas.

Hamas menuding Israel melanggar gencatan senjata dan menghambat pelaksanaan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas.

Pejabat kesehatan Gaza menyebut lebih dari 1.280 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Sementara itu, militer Israel menyatakan empat tentaranya tewas dalam periode yang sama.

Israel juga melaporkan adanya peluncuran drone, balon, dan layang-layang dari Gaza menuju wilayahnya.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pemerintah telah melakukan penilaian situasi pada Minggu. Israel kemudian memperingatkan Hamas akan meningkatkan serangan di Gaza dan meminta warga sipil meninggalkan sejumlah wilayah jika peluncuran tersebut tidak dihentikan.

Pejabat senior Hamas Basem Naim menepis peringatan tersebut. Melalui platform X, dia mengatakan anak-anak menerbangkan layang-layang "demi mencari masa kecil mereka yang polos di tengah reruntuhan."

Militer Israel memblokir jalan saat warga Palestina (tidak terlihat dalam gambar) memprotes pembangunan permukiman di dekat Hebron, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 19 Juni 2026. Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

Kekerasan Kembali Terjadi di Tepi Barat

Kekerasan juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel. Seorang pria Israel terluka setelah ditikam oleh seseorang yang diduga warga Palestina, menurut kepolisian dan militer Israel.

Rekaman kamera keamanan yang dirilis militer Israel memperlihatkan seorang pria berdiri di dekat kendaraan di pinggir jalan utama dekat Jericho. Seorang pria lain kemudian mendekatinya dan melakukan penusukan sebelum melarikan diri dengan berjalan kaki.

Militer Israel mengatakan pasukan masih memburu pelaku.

Di lokasi lain, seorang remaja Palestina berusia 14 tahun, Islam Ajjouri, tewas ditembak pasukan Israel dalam operasi di Kamp Pengungsi Askar, dekat Nablus, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Militer Israel mengatakan insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Tepi Barat merupakan wilayah yang dihuni sekitar 3 juta warga Palestina dan sekitar 500 ribu pemukim Israel. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah tersebut menghadapi peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel, selain penyitaan lahan dan sumber daya.

Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di wilayah pendudukan tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional. Israel menolak pandangan tersebut dan menyatakan memiliki hubungan sejarah serta keagamaan dengan wilayah itu.