Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK

Pemerintah Provinsi Jambi memutuskan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Jambi akibat memburuknya kualitas udara.
Sementara kebijakan serupa di Kabupaten Muaro Jambi masih menunggu perkembangan kualitas udara. Pemerintah akan kembali mengevaluasi kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebelum menentukan kebijakan pembelajaran pada Rabu mendatang.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, kebijakan tersebut tidak langsung diberlakukan di seluruh wilayah karena kondisi kualitas udara setiap daerah berbeda.
“Kalau hari ini Kota Jambi, sama Muaro Jambi yang nanti kita akan berlakukan dan yang lain kita lihat dulu berapa kualitas udara (ISPU),” ujar Al Haris, Senin (24/8).
Menurutnya, ISPU di Kota Jambi sempat berada di atas angka 200 sehingga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan aktivitas sekolah.
“Nanti malam kita lihat. Karena Muaro Jambi itu sebagian juga ada yang para titiknya, tapi tidak semua,” katanya.
Al Haris mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan apakah sekolah di wilayah lain juga perlu diliburkan.
“Apakah memang sekolah diliburkan semuanya ataukah berbeda daerah beda perlakuan, lihat kondisi udaranya,” sebutnya.
ISPU Jambi dan Muaro Jambi Berubah
Pantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Senin (24/8) pukul 21.56 WIB menunjukkan kualitas udara di Kota Jambi mengalami perubahan dibandingkan pagi hari.
ISPU parameter PM2.5 di Kota Jambi tercatat 171 atau masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pantauan pukul 09.12 WIB yang mencapai 207 atau kategori sangat tidak sehat.
Perubahan juga terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Pada pukul 21.56 WIB, ISPU PM2.5 tercatat 289 atau kategori sangat tidak sehat.
Angka tersebut turun dibandingkan pantauan pagi hari yang mencapai 314 atau masuk kategori berbahaya.
Meski menurun, kualitas udara di kedua wilayah tersebut masih berada pada kategori yang perlu diwaspadai.
Asap Sumsel Turut Terdistribusi ke Jambi
Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah sebelumnya mengatakan kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan wilayah Jambi bagian timur tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
Menurutnya, berdasarkan citra satelit, terdapat distribusi asap dari wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Jambi.
“Saat ini asap yang terdapat di Kota Jambi dan Jambi bagian timur memang kita mendapat distribusi asap dari Sumatera Selatan,” kata Randy kepada Metro Jambi, Minggu (23/8/2026).
Dengan pola angin dari arah tenggara hingga selatan, asap di wilayah Jambi bergerak menuju barat laut hingga utara.
Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau turut menerima distribusi asap dari Jambi.
“Kalau berdasarkan citra satelit, memang sebaran asap itu tidak murni dari Provinsi Jambi. Akan tetapi provinsi tetangga juga mendistribusi asap ke wilayah kita seperti di Sumsel dan Lampung,” ujarnya.
658 Hektare Lahan Terbakar
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Jambi juga tidak terlepas dari masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, total luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.
Muaro Jambi menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 264,78 hektare.
Selanjutnya, Sarolangun 143,61 hektare, Batanghari 95,35 hektare, Tanjung Jabung Barat 58,1 hektare, Tebo 39,26 hektare, Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,3 hektare.
