Kapal KM Virgo Ditargetkan Diangkat Bulan Ini, Basarnas Lanjutkan Operasi

Manajemen KM Virgo Transport 8, PT Virgo Karya Shipping, memastikan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan pada Oktober 2026. Kepastian itu diperoleh setelah pihak perusahaan mempercepat komunikasi dengan pihak asuransi internasional.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping Simson Fransiscus Rihi mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan penanggung jawab asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I).
Perusahaan juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Basarnas untuk mempercepat proses penunjukan mitra internasional pelaksana salvage.
“Memang itu kewajiban kami. Dan itu juga kami didukung oleh surat-surat yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan dari bantuan Pak Basarnas sendiri untuk kami melakukan penekanan kepada P&I,” kata Simson dikutip dari Antara, Minggu (4/10).
Simson mengatakan pihaknya telah mengerucutkan pilihan pada salah satu pelaksana salvage. Namun, nama pelaksana tersebut belum dapat disebutkan karena belum ada penandatanganan dan masih terdapat sejumlah data yang harus dilengkapi.
“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan. Karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi, data yang harus kami support kepada para pengambil keputusan di P&I,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya terus mengupayakan percepatan penyelesaian administrasi dan penandatanganan agar rencana salvage dapat segera dilaksanakan. Perkiraan kedatangan pelaksana salvage disebut akan berlangsung pada bulan ini.
Kemenhub Tegur PT Virgo
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan, Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada PT Virgo agar segera melakukan pengangkatan kapal karena masih banyak korban yang terjebak di dalam kapal.
“Kementerian Perhubungan hanya bisa sebatas menegur dan memerintahkan segera. Tapi semuanya itu tergantung dari pihak asuransi, seberapa cepat pelaksanaan salvage ini,” ujar Heri.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu (3/10) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Operasi SAR Tetap Dilanjutkan
Basarnas memutuskan tetap melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 setelah operasi berlangsung selama 21 hari.
Pencarian difokuskan untuk menemukan 55 korban yang masih hilang, dengan pelaksanaan operasi disesuaikan di tiga wilayah, yakni Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak.
“Operasi SAR tidak dihentikan, tidak ditutup. Karena kita masih meyakini bahwa mudah-mudahan di dalam kapal ini masih ada korban-korban yang bisa nanti kita evakuasi dan kita serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Dia menegaskan perhatian khusus pemerintah tetap diarahkan pada upaya melakukan operasi terhadap korban KM Virgo Transport 8 semaksimal mungkin, termasuk pencarian dan evakuasi korban yang diyakini masih berada di dalam kapal.
“Karena itu, yang menjadi perhatian khusus pemerintah untuk bisa melakukan semaksimal mungkin operasi terhadap korban kapal Virgo yang belum ditemukan,” ujarnya.
Setelah operasi SAR berlangsung 21 hari, Basarnas menyesuaikan pelaksanaan operasi SAR KM Virgo Transport 8 dan mengalihkannya kepada operasi SAR di wilayah Kantor SAR Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kantor SAR Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Kantor SAR Pontianak, Kalimantan Barat.
“Posko yang berada di Banjarmasin ini tidak berubah. Yang berubah adalah penyesuaian terkait dengan mungkin jumlah personel, tapi unsur-unsurnya saya rasa tidak akan mengalami perubahan,” kata Syafii.
Ia menegaskan posko SAR di Banjarmasin tetap menjadi posko yang menyelenggarakan operasi SAR dengan melibatkan seluruh unsur yang diperlukan dalam pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.
“Di posko ini tetap ada teman-teman dari seluruh unsur baik dari kesyahbandaran, kemudian teman-teman dari TNI, dari Kepolisian, kemudian juga dari pihak owner kapal, serta semua unsur,” ujar Mohammad Syafii.
