Kapolri: Kebebasan Berekspresi Jangan Dipakai Buat Sebar Hoaks, Kami Akan Tindak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (kedua kiri) memberikan keterangan pers terkait situasi keamanan nasional di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (kedua kiri) memberikan keterangan pers terkait situasi keamanan nasional di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat tidak membuat maupun menyebarkan berita palsu, terutama terkait video demonstrasi yang belakangan beredar di media sosial dan diklaim sebagai peristiwa terbaru.

Menurut Listyo, kebebasan berekspresi tetap dijamin selama tidak melanggar hukum, termasuk dengan membuat atau menyebarkan informasi yang tidak benar.

"Kebebasan itu ada namun jangan melanggar apalagi membuat berita tidak benar," ujar Listyo usai menghadiri konferensi pers bersama di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, Rabu (5/8).

Ia menegaskan, kepolisian akan mengambil langkah apabila penyebaran konten hoaks terus terjadi.

"Tentunya kami harus mengambil langkah," lanjutnya.

Ilustrasi hoaks. Foto: Shutter Stock

BIN dan Polri Dalami Penyebaran Hoaks

Listyo mengatakan, Polri bersama Badan Intelijen Negara (BIN) tengah mendalami penyebaran video hoaks tersebut.

Ia berharap masyarakat hanya menyebarkan informasi yang sesuai dengan fakta dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Saat ini sudah didalami BIN, akan kita informasikan. Yang jelas tentunya terkait dengan kegiatan masyarakat di media sosial, harapan kita berikan informasi yang sesuai dengan fakta karena UU mengaturnya," pungkasnya.