KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Pimpin PBNU, Ini Pesan Ketum PP Muhammadiyah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan khutbah salat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Jumat (20/3/2026). Foto: PP Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan khutbah salat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Jumat (20/3/2026). Foto: PP Muhammadiyah

Muhammadiyah menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.

Ucapan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Dia berharap kepengurusan baru PBNU dapat menjalankan amanah serta melaksanakan keputusan-keputusan Muktamar ke-35 NU.

"Semoga kepengurusan PBNU dapat berjalan dengan baik dan sukses melaksanakan keputusan-keputusan Muktamar Ke-35 NU," kata Haedar melalui keterangan tertulis, Senin (31/8).

instagram embed

Haedar juga berharap kepengurusan PBNU periode baru dapat memperkuat ukhuwah dan kerja sama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Menurut dia, penguatan ukhuwah dan kolaborasi antarkomponen bangsa penting untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

"Harapannya, PBNU hasil Muktamar ke-35 dapat meningkatkan ukhuwah dan kerja sama dengan seluruh ormas keagamaan dan kemasyarakatan secara lebih baik untuk kemaslahatan umat dan bangsa," jelasnya.

Haedar mengatakan Muhammadiyah siap bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai elemen bangsa untuk menjalankan peran kebangsaan serta mendorong kemajuan Indonesia.

Adapun NU dan Muhammadiyah adalah dua ormas Islam terbesar dan paling berpengaruh di Tanah Air.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti sidang pleno voting opsi mekanisme pemilihan PBNU Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut menjadi momentum NU menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan untuk periode lima tahun ke depan.

Dalam proses pemilihan, sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara mufakat menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Sebelumnya, Gus Kikin menjadi peraih suara terbanyak dalam penjaringan lima calon ketua umum dengan 472 suara.

Sementara KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU melalui musyawarah sembilan anggota AHWA.