Komisi I Dukung Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps Sempit TNI-Polri

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono merespons arahan Presiden Prabowo Subianto kepada TNI dan Polri. Prabowo meminta TNI dan Polri terus memperkuat profesionalisme serta menjaga soliditas dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Prabowo mengingatkan agar jangan sampai loyalitas korps mengalahkan kepentingan bangsa.
Dave mengatakan, arahan Presiden Prabowo agar tidak ada loyalitas korps yang sempit di lingkungan TNI dan Polri merupakan penegasan yang penting untuk memperkuat soliditas pertahanan dan keamanan nasional.
"Sebagai Panglima Tertinggi, Presiden mengingatkan bahwa loyalitas utama setiap prajurit TNI maupun anggota Polri harus tetap tertuju kepada bangsa, negara, dan konstitusi, sehingga seluruh pengabdian diarahkan bagi kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun institusi," kata Dave kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/7).
Politikus Golkar ini menekankan, bagi Komisi I DPR RI, soliditas TNI dan Polri merupakan modal strategis dalam menjaga stabilitas nasional.
"Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, ancaman siber, terorisme, hingga berbagai potensi konflik di dalam negeri, seluruh tantangan tersebut hanya dapat dihadapi melalui sinergi dan koordinasi yang kuat sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing," kata Dave.
Selain itu, Dave mengatakan arahan Presiden juga menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas. TNI dan Polri, menurut Dave, memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Karena itu, semangat kolaborasi harus terus diperkuat agar kedua institusi dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai koridor hukum," kata Dave.
Lebih jauh, Dave memastikan Komisi I DPR RI mendukung setiap upaya yang memperkuat profesionalisme, koordinasi, dan soliditas TNI serta Polri.
"Dengan soliditas dan profesionalisme yang terus diperkuat, kami yakin kedua institusi akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara," ucap Dave.
Sebelumnya Prabowo menegaskan, TNI dan Polri merupakan institusi yang memiliki peran vital dalam menjaga bangsa dan negara. Prabowo menegaskan seorang perwira akan kehilangan kehormatan apabila mengkhianati kepercayaan rakyat.
"Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu," kata Prabowo saat memberikan amanat usai melantik perwira remaja TNI-Polri dalam Upacara Prastya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7).
Ia mengingatkan seluruh atribut, pendidikan, hingga gaji yang diterima prajurit dan anggota Polri berasal dari uang rakyat. Karena itu, para perwira diminta mengabdikan diri untuk melindungi dan melayani masyarakat.
