KSP Tinjau Irigasi P3-TGAI di Deli Serdang: Pangan Tak Boleh Bergantung Impor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memastikan program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) bagi petani di Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berjalan dan memberikan manfaat, Senin (21/9).

Dudung mengatakan, program irigasi tersebut disiapkan untuk masyarakat, terutama petani, agar kebutuhan air untuk lahan pertanian terpenuhi dan hasil panen padi berkualitas.

"Jadi program ini adalah untuk memastikan bahwa proyek irigasi ini bermanfaat sampai ke petak-petak sawah dan ladang milik petani. Dan memastikan mengalir ke lahan-lahan, tadi saya cek. Dan ini merupakan suatu kewajiban mutlak dari pemerintah pusat sampai ke bawah," kata Dudung saat ditemui di lokasi, Senin (21/9).

Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman saat meninjau operasional program irigasi petani di Deli Serdang, Sumut, Senin (21/9/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Dudung menuturkan program irigasi di Kabupaten Deli Serdang telah menjangkau 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja. Ia menyebut program tersebut juga meningkatkan produksi padi masyarakat.

"Tadi saya tanya juga kepada masyarakat, dengan adanya program ini air mengalir, kemudian peningkatan produksi padinya semakin meningkat," ujar Dudung.

Menurut Dudung, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketahanan pangan tidak bergantung pada impor. Ia berharap anggaran APBN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, ketahanan pangan ini tidak boleh bergantung pada impor, sehingga jaringan irigasi ini namanya tersier. Kalau primer, sekunder itu dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)," kata Dudung.

"Tapi kalau tersier ini dikerjakan oleh masyarakat, selama ini kan para petani ini membuat dibantu oleh Babinsa, mungkin Bhabinkamtibmas. Nah sekarang mereka sendiri langsung dikasih anggarannya untuk membuat tersier ini," pungkas Dudung.