Lula Menangi Pilpres, Trump Tuding Pemilu Brasil Dicurangi: Ini Sangat Buruk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, kandidat Partai Buruh (PT) berpidato di hadapan para pendukungnya setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden putaran kedua, di Jalan Paulista, Sao Paulo, Brasil, Senin (26/10/2026). Foto: Amanda Perobelli/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, kandidat Partai Buruh (PT) berpidato di hadapan para pendukungnya setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden putaran kedua, di Jalan Paulista, Sao Paulo, Brasil, Senin (26/10/2026). Foto: Amanda Perobelli/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding pemilihan presiden Brasil yang dimenangkan Luiz Inácio Lula da Silva tampak dicurangi. Trump menyampaikan tuduhan itu kepada wartawan pada Senin (26/10), tanpa menyertakan bukti untuk mendukung pernyataannya.

"Saya tidak memihak, tetapi tampaknya ini adalah pemilu yang dicurangi lagi," kata Trump dikutip dari Reuters.

"Pemilu harus tidak dapat disangkal, dan menurut saya ini sangat buruk," tambah dia.

Lula, presiden dari kubu kiri, memenangkan pemilihan pada Minggu (25/10) dengan mengalahkan Senator Flávio Bolsonaro dari kubu kanan. Flávio menolak mengakui kekalahannya dan menyatakan akan meminta hasil pemilu dibatalkan.

Dikutip dari Associated Press, Flávio mempersoalkan keputusan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam. Keputusan itu diambil setelah muncul masalah transportasi pemilih di sejumlah wilayah. Permintaan perpanjangan waktu juga diajukan oleh kubu Flávio menyusul hujan deras di wilayah selatan Brasil.

Namun, otoritas pemilu Brasi mengakui kemenangan Lula. Sistem pemungutan suara elektronik di negara itu juga telah lama digunakan untuk mempercepat penghitungan suara dan mencegah kecurangan.

Presiden AS Donald Trump di Bandara Ankara, yang melakukan kunjungan resmi ke Turki menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintah NATO ke-36 di Ankara, Turki, pada 7 Juli 2026. Foto: Dogukan Keskinkilic/Pool via Reuters

Hubungan Trump dan Keluarga Bolsonaro

Komentar Trump muncul di tengah kedekatannya dengan keluarga Bolsonaro. Ayah Flávio, Jair Bolsonaro, merupakan mantan presiden Brasil sekaligus sekutu dekat Trump saat menjabat.

Sebelum pemilu, Trump sempat menerima Flávio di Gedung Putih dan memuji performanya pada putaran pertama. Namun, Trump tidak secara terbuka menyatakan dukungan kepada salah satu kandidat selama kampanye putaran kedua.

Persaingan Lula dan Flávio disebut berlangsung di tengah isu ekonomi, korupsi, serta kekhawatiran mengenai campur tangan asing. Kemenangan Flávio dinilai berpotensi mempererat hubungan Brasil dengan pemerintahan Trump, sedangkan kemenangan Lula berisiko kembali memanaskan hubungan Brasil dan Washington.