Menekraf: Malam Merdeka Jadi Panggung Talenta Kreatif Indonesia

Rangkaian Malam Merdeka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi ruang bagi talenta kreatif Indonesia untuk menampilkan karya dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong karya tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan di dalam negeri, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, keterlibatan berbagai subsektor menunjukkan hubungan antara budaya, inovasi, teknologi, dan kreativitas dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Budaya ini ketika disentuh inovasi, teknologi, kreativitas, di situlah ekonomi kreatif atau nilai ekonominya muncul,” ujar Riefky dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Riefky menyebut pemerintah, swasta, akademisi, media, komunitas, asosiasi, hingga lembaga keuangan memiliki peran dalam mendorong karya kreatif Indonesia.
“Nah di situ tinggal bagaimana stakeholder pemerintah, swasta, akademisi, media, komunitas, asosiasi, even lembaga keuangan, yang mungkin kalau lembaga keuangannya biasanya kalau memberikan pembiayaan kan selalu melihat yang ada jaminan aset fisiknya,” kata Riefky.
Riefky menilai karakter karya kreatif berbeda dengan aset fisik yang selama ini lebih mudah menjadi pertimbangan dalam pembiayaan. Menurutnya, kreativitas juga perlu dipandang memiliki nilai ekonomi.
“Nah kreativitas ini kan sesuatu yang saat ini juga harus juga mempunyai nilai ekonomi,” ungkap Riefky.
Ia mengatakan kerja sama berbagai pihak diperlukan agar karya kreatif anak bangsa tidak berhenti sebagai karya yang membanggakan, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.
“Nah ini juga harus menjadi apa namanya menjadi kerja sama kita semua bagaimana karya-karya kreativitas anak bangsa ini semakin tidak hanya membanggakan tetapi mempunyai nilai ekonomi,” ujar Riefky.
Riefky menekankan pengembangan ekonomi kreatif juga diarahkan untuk memperluas pasar karya Indonesia hingga tingkat internasional.
“Tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi juga bisa masuk ke pasar global,” tuturnya.
Pemerintah Susun Rencana Pengembangan 2026-2045
Upaya pemerintah mengembangkan ekonomi kreatif juga diperkuat melalui kebijakan nasional. Riefky menyebut Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026 telah mengeluarkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf).
“Presiden juga sangat mengapresiasi perkembangan dari ekonomi kreatif dan kreativitas anak bangsa, makanya merespons hal tersebut pada tanggal 2 Juni lalu Presiden mengeluarkan namanya Rindekraf atau Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif,” kata Riefky.
Rindekraf memiliki lampiran rencana pengembangan ekonomi kreatif selama 20 tahun, yakni 2026 hingga 2045. Selain itu, terdapat lampiran yang lebih spesifik untuk periode 2026-2029 yang memuat sasaran, target, capaian, koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta output yang ingin dicapai.
“Ada dua lampiran, lampiran pertama untuk 20 tahun 2026 hingga 2045 tetapi ada yang lebih spesifik itu lampiran duanya untuk tiga tahun ini 2026-2029 yang di situ sasaran, target, capaian, koordinasi lintas KL-nya seperti apa, output-nya seperti apa,” ungkapnya.
Menurut Riefky, kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung Kementerian Ekonomi Kreatif, tetapi juga pemerintah daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif.
“Jadi goals-nya bukan untuk mendukung kementerian ekonomi kreatif tapi goals-nya adalah mendukung pemerintah ekonomi apa pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota yang mempunyai potensi itu kita bisa dukung untuk lebih baik dan lebih besar lagi,” kata Riefky.
Riefky menilai potensi ekonomi kreatif dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Menurutnya, seni dan budaya yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai sesuatu untuk dinikmati kini juga dapat memiliki nilai ekonomi.
“Tetapi sekarang seni budaya ini mempunyai nilai ekonomi yang tentu bisa berdampak ya tidak hanya terhadap PDRB kalau di daerah, kalau secara nasional PDB, tapi juga lapangan pekerjaan,” ujar Riefky.
Melalui rangkaian Malam Merdeka, Kementerian Ekonomi Kreatif menampilkan beragam karya dan talenta kreatif sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pemerintah berharap kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi sekaligus membuka peluang bagi karya Indonesia untuk bersaing di pasar global.
