Menko AHY: Penyeberangan Merak-Bakauheni Beroperasi dengan Pengawasan Ketat

Penyeberangan Merak-Bakauheni masih dapat beroperasi di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampak abu vulkanik.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dalam dua hingga tiga hari terakhir tidak terdapat indikasi peningkatan permukaan air laut yang ekstrem maupun gelombang tinggi.
“Secara umum ini masih bisa beroperasi dengan baik karena dari dua-tiga hari terakhir ini tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrem, sea level rise, dan juga gelombang yang masih relatif dalam ukuran yang moderat,” kata AHY saat ditemui awak media di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (7/9).
Karena itu, aktivitas penyeberangan masih dapat dilakukan dengan tetap berada dalam pengawasan.
“Pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan, tapi tentu ini semua dalam pengawasan yang ketat,” papar dia.
AHY juga mengatakan, tidak ditemukan potensi tsunami berdasarkan pemantauan kondisi saat ini.
“Sehingga pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan, tapi tentu ini semua dalam pengawasan yang ketat karena sekali lagi kita tidak ingin menomorduakan faktor keselamatan,” ujarnya.
Di sisi lain, AHY turut mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Abu vulkanik bukan hanya berdampak pada sektor penerbangan karena mengandung material silika yang ada dampak pada mesin termasuk juga operasional landasan pacu, tapi juga bagi kesehatan masyarakat terutama bagi lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki riwayat permasalahan pernapasan,” tutup AHY.
