Menko Polkam soal Mal Pasang Pagar: Tak Terkait Isu Rusuh, Sudah Diselesaikan

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago membantah anggapan pemasangan pagar di sejumlah mal di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota lain berkaitan dengan isu antisipasi kerusuhan.
Pernyataan itu disampaikan Djamari merespons spekulasi yang berkembang di tengah maraknya pemasangan maupun peninggian pagar pembatas di sejumlah pusat perbelanjaan dalam beberapa pekan terakhir.
"Pemasangan pagar? Enggak ada itu ya (keterkaitannya). Bahkan, responsnya kepala daerah sudah diselesaikan, baik yang di Surabaya maupun yang di Jakarta," kata Djamari dalam konferensi pers bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Djamari, pemasangan pagar merupakan kebijakan masing-masing pengelola mal untuk kepentingan keamanan kawasan mereka, bukan karena adanya ancaman gangguan keamanan.
"Jadi semuanya itu adalah kepentingan keamanan mereka sendiri," ujarnya.
Meski demikian, Djamari mengatakan sejumlah pagar yang dipasang diketahui belum mengantongi izin. Karena itu, pemerintah daerah di masing-masing wilayah telah melakukan penertiban.
"Itu pun sudah dianggap tidak memiliki izin seperti yang ada di beberapa tempat. Beberapa pemerintah daerah sudah melakukan penertiban," katanya.
Dalam sebulan terakhir, sejumlah mal di Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya menjadi sorotan setelah memasang atau meninggikan pagar di sisi luar area pusat perbelanjaan.
Langkah tersebut memicu beragam spekulasi di media sosial, termasuk dugaan adanya antisipasi terhadap potensi kerusuhan.
Sementara Polri juga telah membantah isu tersebut. Kepolisian menegaskan, pemasangan pagar merupakan hak pengelola kawasan dan meminta masyarakat tidak mengaitkannya dengan isu keamanan maupun termakan spekulasi yang beredar.
