Panglima TNI Sahkan Doktrin Baru TNI: Untuk Menghadapi Perang Masa Kini

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan mengesahkan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (2/7).
Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama TNI secara hybrid. Agus menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodiklat TNI beserta tim penyusun atas rampungnya penyusunan doktrin tersebut.
Menurut Agus, perubahan lingkungan strategis global dan karakter peperangan modern menuntut TNI memiliki doktrin yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan operasi militer masa kini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dankodiklat dan tim penyusun yang sudah memaparkan hasil dan rumusan Doktrin Perisai Trisula Nusantara. Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama," ujar Agus.
Soroti Ancaman Peperangan Modern
Agus mengatakan, peperangan modern kini ditandai dengan penggunaan rudal jarak jauh, drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dilakukan secara terpadu.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi dasar perlunya transformasi doktrin TNI agar mampu menghadapi ancaman multidimensi secara efektif dan profesional.
"Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini," tegasnya.
Resmikan Workshop Drone dan AI
Selain mengesahkan doktrin, Agus juga meresmikan dan menandatangani prasasti Workshop Drone dan Artificial Intelligence (AI), Stadion Tri Matra, lahan aplikasi ketahanan pangan, serta ruang makan siswa Perwira Prajurit Karier (Pa PK).
Peresmian fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya TNI meningkatkan kualitas pembinaan personel, penguasaan teknologi pertahanan, serta mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pembangunan kekuatan TNI yang modern dan profesional.
